Tekan Inflasi, Pemkot Ternate Salurkan Alat Tangkap Nelayan

Ternate, Maluku Utara- Sebanyak 13 kelompok nelayan di Kota Ternate telah menerima bantuan berupa alat tangkap nelayan. Bantuan ini diserahkan untuk kelompok nelayan di dalam wilayah Kota Ternate dan tiga Kecamatan di luar pulau Ternate.

Penyaluran bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate, Senin (26/12/2022).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate, Faisal Harun Do Husein mengatakan bantuan yang diserahkan untuk 13 kelompok nelayan ini, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2022.

Adapun bantuan untuk kelompok nelayan yang bersumber dari DAK ini dengan nilai tiga miliar rupiah terdiri tujuh unit armada penangkap ikan tuna 2GT, armada sembilan unit penangkap ikan tuna 3GT ditambah 17 unit mesin 15 PK, dan alat tangkap sebanyak 40 paket serta 30 unit cool box PC 600.

BACA JUGA  Hasil Investigasi : Kabiro Humas Pemprov Malut Terancam, Dinilai Tabrak Aturan

“Untuk bantuan yang bersumber dari DAU dengan nilai Rp 800 juta terdiri dari armada penangkapan ikan 2 GT sebanyak 2 unit, armada penangkapan ikan 3 GT sebanyak 13 unit, armada penangkapan ikan 1,5 GT sebanyak 1 unit, kemudian mesin 30 PK sebanyak 3 unit, rumpon sebanyak 1 unit, dan jaring sebanyak 1 paket,” paparnya.

Sementara Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman menyampaikan, Pemkot Ternate akan terus berupaya memberdayakan masyarakat Ternate termasuk kelompok-kelompok nelayan. Meski dengan keterbatasan APBD, Pemkot akan berupaya memenuhi kebutuhan para nelayan.

“Bantuan ini bersumber dari DAU dan DAK, sehingga kita berharap kedepan lebih banyak lagi kelompok nelayan yang mendapat bantuan, karena masih banyak kelompok nelayan di Ternate yang belum mendapatkan bantuan,” tukas Tauhid.

Tauhid menyebutkan, pembiayaan bantuan melalui DAU untuk kelompok nelayan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Ternate, karena salah satu penyumbang inflasi terbesar bagi Kota Ternate adalah harga ikan yang terbilang mahal.

BACA JUGA  Protes Pemprov Malut, Pemuda Guraping Tanam Pohon Pisang di Jalan Berlubang 

“Meski saat ini, inflasi di Maluku Utara termasuk paling rendah di Indonesia, namun pemerintah terus berkomitmen untuk menekan laju inflasi,” ucap Tauhid.

Ia menambahkan, upaya ini juga bentuk implementasi dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134 Tahun 2022 tentang Belanja Wajib dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun 2022, dan PMK Nomor 170 tentang Dana Insentif Daerah untuk Penghargaan Kinerja Tahun Berjalan Periode Kedua pada Tahun 2022.

“Pemerintah Kota Ternate telah melakukan sejumlah upaya dalam rangka menekan laju inflasi, perbaikan kinerja yang dilakukan Pemkot Ternate, maka kita telah menerima reward dari pemerintah pusat melalui DID,” tandasnya. (Arul-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah