Tak Gubris Arahan Bupati Haltim, FMI Diam-Diam Mobilisasi Alat ke Lokasi Tambang

Maba, Maluku Utara- Meski telah diminta ‘break’ sementara waktu untuk tidak beroperasi oleh Bupati Halmahera Timur (Haltim), Ubaid Yakub, sebelum menunjukan dokumen perizinan yang diminta, namun PT. Forward Metrocs Indonesia (FMI) nampaknya tak mau ambil pusing atas permintaan orang nomor satu di Pemkab Haltim tersebut.

Buktinya, perusahaan tambang tersebur tetap melakukan kegiatan ekplorasi nikel di wilayah Wasile. Bahkan aktifitas ini dilakukan perusahaan pasca Bupati dan sejumlah OPD meninggalkan areal operasi pada Juma’at, 16 Desember kemarin.

Informasi yang dihimpun wartawan haliyora.id menyebutkan, dengan memanfaatkan malam hari, PT. FMI melakukan kegiatan operasi agar tidak diketahui oleh warga dan pemerintah setempat.

BACA JUGA  Pj. Bupati Halteng Sidak Pegawai di Apel Perdana 2025

“Memang pasca diminta untuk break oleh Bupati mereka tetap melakukan kegiatan bahkan kegiatan dimalam hari,” beber salah satu warga Wasile kepada wartawan, Sabtu (17/12/2022).

Bukan saja itu, pihak PT. FMI, diam-diam bahkan memobilisasi peralatan berat berupa eksavator dan truk pengangkut ord untuk melanjutkan kegiatan mereka di wilayah itu.

“Mereka bukan berhenti, tetapi justru kembali mendatangkan sejumlah alat berat ke lokasi produksi,” ungkapnya.

Dari informasi yang dikantongi, kendati sejak beroperasi dan telah mengangkut material nikel sebanyak empat tongkang, akan tetapi pihak PT. FMI hingga saat ini belum membuktikan sejumlah dokumen apapun kepada Pemkab Haltim seperti Izin Usaha Pertambangan (IUP), Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), dokumen lingkungan Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) serta RKB.

BACA JUGA  Putus Aliran Listrik dan Air di Kantor Pemerintahan, Pj. Walikota Ternate : Tanda Gagal Kelola

Sebelumnya, Bupati Haltim Ubaid Yakub, meminta agar pihak korporasi tidak melakukan aktifitas produksi karena dokumen terkait izin operasi tidak bisa dibuktikan oleh perusahaan ketika diminta oleh Pemkab Haltim.

“Kita minta dibreak dulu, karena tidak ada satupun dokumen yang mereka bisa buktikan, bahkan di lokasi tidak ada maneger, hanya pekerja biasa sehingga tidak bisa memberikan kejelasan atas kegiatan itu,” ujar Bupati, Jum’at kemarin. (RH-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah