Ternate, Maluku Utara- Untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang digelar tahun 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Ternate menggandeng sejumlah pihak diantaranya, Pemerintah Kota Ternate, jajaran Kepolisian, TNI, Kejaksaan dan organisasi masyarakat.
Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi konflik Pemilu dengan tujuan agar proses dan stabilitas penyelenggaraan Pemilu 2024 jauh lebih baik.
Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan saat diwawancarai Haliyora, Senin (24/10/2022).
“Memang Bawaslu belum mampu untuk memprediksi konflik yang bakal terjadi, tetapi kewajiban Bawaslu untuk memproteksi dan mengupayakan agar proses pencegahan supaya konflik itu tidak terjadi,” ujarnya.
Menurut Kifli proteksi dini ini penting dilakukan sebab ketika sudah terjadi konflik yang pastinya dapat menganggu proses penyelenggaraan Pemilu. Maka dari itu, langkah yang akan diambil oleh Bawaslu adalah berkoordinasi dengan mitra kerja dalam hal ini pemerintah, jajaran TNI/Polri, Jaksa hingga masyarakat.
Disamping itu Kifli menegaskan bahwa netralitas ASN juga sangat menjadi perhatian Bawaslu karena itu sudah menjadi perintah Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.
“Kami berharap para ASN bisa menahan diri tidak boleh terlibat di dalam kegiatan politik praktis, karena itu sudah pasti akan ditindaklanjuti dan di proses oleh lembaga Bawaslu,” tandasnya. (Wan-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!