Halsel, Maluku Utara- Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) perencanaan, penganggaran, penatausahaan dan pelaporan dengan aplikasi SIMDA-NG/Finansial Managment Irformation System (FMIS). Kegiatan yang melibatkan peserta dari seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Halmahera Selatan ini berlangsung di Aula Ball Room Gamalama, Dafam Hotel, Ternate pada Kamis (20/10/202).
Kepala BPKAD Halmahera Selatan, Aswin Adam dalam sambutannya menyampaikan, kedepan dalam proses pelaporan penyusunan keungan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan Pengendalian Intern yang memadai dengan tujuan untuk mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Kepada Kasubag Perencanaan dan para bendahara mulai dari OPD hingga pada kecamatan, dalam penyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan guna mendapatkan opini WTP yang baik,” pinta Aswin.
Untuk itu, kata Aswin, lewat Bimbingan Teknis ini para peserta diharapkan serius mengikuti dan menyimak setiap materi yang disampaikan dalam Bimtek selama tiga hari kedepan, sehingga serapan materi dapat dipraktikkan dan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain.
“Karena bulan depan ini akan dilakukan pemeriksaan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Dengan harapan kita bisa mendapatkan opini WTP,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Maluku Utara, Edy Suharto dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini tentunya tidak terlepas dari sistem pengendalian interen sesuai Peraturan Pemeritah (PP) Nomor 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Interen Pemerintah.
“Ini merupakan hal yang integral dan kesatuan dengan aktifitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sebab ini tidak terpisah dengan aktifitas sehari-hari. Dan bimbingan ini dilaksankan secara terus menerus kepada seluruh pegawai yang ada di pusat hingga daerah bahkan sebenarnya sampai di tingkat desa,” ujarnya.
Kata Edy Suharto, penyelenggaraan sistem pengendalian interen ini dimaksudkan untuk bagimana menjamin bahwa acuan dari organisasi daerah bisa dicapai harus melalui kegiatan-kegiatan yang efektif dan efisien. “Kemudian laporan keuangan Kepala BPKAD Halsel itu supaya memperoleh WTP. Itu artinya, laporan keuangan dapat diandalkan kebenaranya,” ujar Edy.
Lanjutnya, kebenaran ini tentunya dengan memperhatikan dimana laporan keuangan disusun sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan atau SAP. Selain itu, proses penyusunan keuangan dengan mengandalkan Sistem Pengendalian Interen yang memadai penting juga dilakukan. “Oleh karena itu, perlu di pahami bahwa semua tugas yang dilaksanakan harus dikendalikan dengan baik,” tandas Edy.
Sementara Asisten I Setda Kabupaten Halmahera Selatan, Abdul Rajak, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan untuk menambah wawasan kompetensi peserta yang mewakili masing-masing badan dinas terutama di sub bagian keuangan, sehingga perencanaan dan pengelolaan bahkan pelaporan keuangan dapat di pahami peserta.
“Saya berharap ini merupakan kompetensi bagi peserta, karena kedepan kita akan evaluasi perorangan sejauh mana pejabat teknis memahami perencanaan, pengelolaan dan bahkan laporan keuangan. Untuk itu saya tegaskan para peserta harus serius dalam mengikuti kegiatan ini,” kata Abdul Rajak mewakili sambutan Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik seraya membuka kegiatan Bimtek. (Asbar-***)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!