Ternate, Maluku Utara- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate kewalahan mengatur sejumlah pedagang barito yang masih bertahan di belakang Mall Jatiland, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate.
Padahal sebelumnya, Disperindag telah merelokasi sedikitnya 34 pedagang ke Benteng Oranje namun sampai sekarang para pedagang barito ngotot memilih berjualan di lokasi tersebut.
Nursiah, satu dari sekian pedagang barito kepada wartawan mengaku, sampai saat ini mereka belum menerima informasi ataupun sosialisasi dari Disperindag mengenai relokasi itu.
“Pemerintah tidak kasih tahu ke kita, kalau kita dipindahkan, harus tempat yang sesuai, jika tidak kita turun demonstrasi,” kata Nursia begitu disambagi haliyora.id, (10/10/2022).
Sementara Kepala Disperindag Kota Ternate, Muchlis Djumadil menegaskan pemerintah memberikan tenggang waktu selama satu minggu kepada pedagang barito untuk mengosongkan are belakang Mall tersebut. Hal ini juga berdasarkan kesepakatan antaran pihaknya dengan para pedagang.
“Relokasi ini hanya dilakukan pada pedagang kuliner maupun pedagang gorengan. Jadi sambil menunggu selama satu minggu, pedagang barito dibiarkan untuk berjualan,” kata Muchlis, ketika dikonfirmasi Haliyora.
Muchlis menjelaskan, mengenai sosialisasi relokasi pedagang, pihak sudah melakukan upaya tersebut. Seperti mengusahakan agar para pedagang ini mau menempati pasar percontohan yang telah disediakan Pemkot Ternate sebanyak 100 tempat.
“Ada pedagang tetap dan pedagang tidak tetap. Pedagang tetap ini sudah ada tempat berjualan, hanya saja mereka berpindah, tapi untuk pedagang yang tidak tetap nanti menyesuaikan, apakah itu di pasar Kota Baru atau pasar yang berada di Gamalama,” ucapnya. (Arul-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!