Ternate, Maluku Utara- Sikap Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman yang mengancam akan menonaktifkan pejabat di lingkungan Pemkot yang tak paham RPJMD, visi misi, RKPD serta kebijakan program dan kegiatan mendapat apresiasi dari kalangan Komisi I DPRD Ternate.
Komisi I menilai, langkah yang diambil oleh Wali Kota itu merupakan sesuatu yang biasa atau wajar di dalam berpemerintahan demi tercapainya visi misi Wali Kota.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ternate, Haryanto Hanadar saat dikonfirmasi Haliyora via telepon, Rabu (24/08/2022).
“Pasca pelantikan Walikota waktu itu kan bertepatan dengan covid-19, makanya visi-misi yang tertuang dalam RKPD itu anggaranya banyak yang mengalami pemotongan sehingga program Pemkot tidak berjalan sesuai harapan,” katanya.
Haryanto menyebutkan, memang seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharuskan mampu menjalankan visi dan misi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate. Olehnya itu langkah yang diambil Wali Kota tetap didukung oleh Komisi I.
“Karena sejauh ini visi misi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate belum di rasakan oleh masyarakat di masing-masing kecamatan. Padahal sekarang sudah memasuki triwulan ketiga,” ucapnya.
Politisi PDIP itu juga menambahkan, seluruh OPD harus satu pikiran, saling berkolaborasi, tidak ada yang membentuk kelompok seperti yang disampaikan oleh Walikota.
“Kita berharap agar dengan adanya penyegaran di dalam masing-masing OPD itu mampu membuat perubahan kedepannya untuk Kota Ternate,” tandasnya. (Wan-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!