FS RSUD Kota Ternate Senilai Rp 1,69 Triliun Tuntas

Ternate, Maluku Utara- Dokumen Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Ternate telah diterima Pemerintah Kota Ternate dari PT. Wika, pada Kamis 18 Agustus 2022 lalu.

Selanjutnya, dokumen tersebut akan diserahkan kepada Gubernur Maluku Utara agar mendapat rekomendasi untuk pembangunan rumah sakit tersebut.

“Nanti tahapan berikutnya, kita akan menunggu rekomendasi seperti apa, karena waktu yang diberikan 15 hari untuk menyampaikan kepada gubernur, kemudian gubernur mengeluarkan rekomendasi,” kata Kepala Bagian Kerjasama Setda Kota Ternate, Chairul Saleh, Selasa (23/08/2022).

Chairul mengatakan nilai investasi yang disampaikan oleh PT. Wika sebesar Rp 1,69 triliun, namun nilai yang ditetapkan oleh PT. Wika itu masih akan dikaji oleh Pemerintah Kota Ternate melibatkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) .

BACA JUGA  Internet jadi Pemicu Tingginya Angka HIV/AIDS di Kota Ternate

Dikatakan, nilai investasi yang ditetapkan oleh PT. Wika tersebut sudah dihitung mulai dari awal penbangunan sampai RSUD beroperasi. Namun apabilan dalam sistem pengembalian kepada PT. Wika tidak mencukupi, maka harus dibebankan kepada APBD.

“Harus dari APBD jika tidak cukup, tapi ini kan masih ada tahapan, yaitu Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman akan menyurat ke Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) di Kementerian Keuangan, karena apabila terjadi hal di luar dugaan maka meminta kepada PII untuk mengembalikan, ini langkah antisipasi,” tutur Chairul.

“Feasibility study menunjukkan bahwa Kota Ternate layak untuk membangun rumah sakit sesuai dengan anggaran yang dihitung sebesar Rp 1,69 triliun. Dan dalam hitungannya, Pemkot melakukan pengembalian kepada PT. Wika sebesar Rp 165 miliar per tahun selama 10 tahun,” ungkapnya.

BACA JUGA  Pemkot Ternate Bakal Tata Kembali Kawasan Jole Majiko

Ia menambahkan jika dilihat dari nilai fiskal maka sangat cukup untuk nilai investasi sebesar Rp 1,69 triliun yang telah disampaikan melalui feasibility study.

Selanjutnya, Chairul menjelaskan bahwa luas lahan di kawasan reklamasi Kelurahan Kalumata Kecamatan Ternate Selatan untuk pembangunn RSUD Kota Ternate sekitar 2,2 hektar dengan jenis bangun rumah sakit tipe C menuju pada tipe B berstandard nasional.

Dalam feasibility study yang disampaikan itu juga digambarkan bahwa rumah sakit yang akan dibangun ini memiliki tujuh lantai yang operatornya dari Rumah Sakit Pelni.

“Jadi sudah dihitung selama 10 tahun operator misalnya Pelni ini digunakan juga dokter maupun peralatan, tapi yang mahal ini kan standar pelayanan yang diberikan sesuai keinginan Pemerintah Kota Ternate,” ujar Chairul. (Arul-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah