Morotai, Maluku Utara- Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pulau Morotai menggelar Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah di destinasi wisata.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Irama Cafe Boswezend, Desa Pandanga, Kecamatan Morotai Selatan, Jum’at (24/06/2022), dibuka oleh oleh Plt. Sekretaris Daerah Pulau Morotai, F. Revi Dara
Sebanyak 40 peserta terdiri dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pelaku usaha kuliner se-Kabupaten Pulau Morotai yang ikut pelatihan.
Plt. Sekda Revi Dara dalam sambutannya mengatakan, Morotai memiliki potensi dan keunggulan secara geoekonomi dan geostrategis sehingga ditetapkan menjadi salah satu destinasi pariwisata strategis oleh pemerintah dari 10 destinasi yang ditetapkan dalam RPJMN 2020-2024, bahkan ditetapkan dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
“Maka, tugas kita selaku pelaku pariwisata adalah fokus untuk menggali potensi pariwisata bersama sektor ekonomi lainnya guna mempercepat pembangunan ekonomi di Morotai,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, sambung Revi, diharapkan dapat menyiapkan SDM di lokasi wisata Morotai sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik pada kegiatan kepariwisataan.
Terpisah, Kadispar Pulau Morotai, Qalbi Rasyid, kepada wartawan mengatakan, Dispar tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur pariwisata, tetapi juga pada peningkatan sumber daya manusia, yang menurutnya sangat penting.
Pelatihan ini, sambung Qalbi, merupakan bagian dari upaya Pemkab Pulau Morotai membantu masyarakat dalam sisi penguatan SDM terkait aspek kompetensi, dan kualitas.
“Kualitas untuk memahami soal kebersihan, soal sanitasi di wilayah-wilayah destinasi pariwisata. Jadi semua tempat wisata akan dibersihkan, makanya kita memberikan ruang bagi komunitas-komunitas yang ada di destinasi-destinasi untuk mengikuti pelatihan ini,” terang Qalbi.
Sementara, Kabid Ekonomi Kreatif, Dispar Pulau Morotai, Faisal Kudo dalam keterangannya menyebutkan, pemateri yang diundang dalam kegiatan ini antara lain Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Fachrudin M.Banyo, pihak Dinas Kesehatan, Dosen Unipas (Kismanto Koroi), dan Dr. M Djanib Achmad (Dosen Universitas Khairun Ternate).
“Adapun sumbaer dana jegiatan ini dari DAK non Fisik Bidang Pelayanan Kepariwisataan,” terang Faisal. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!