Sanana, Maluku Utara- Rupanya teguran keras DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Sanana tidak digubris begitu saja oleh pihak SPBU di kota itu. Buktinya, kemarin antrian panjang masih terjadi saat pengisihan BBM di stasiun pengisihan bahan nakar minyak itu. Akibatnya, sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat kesulitan mendapatkan BBM.
Sebelumnya, pada tanggal 7 April 2022 lalu, DPRD Kepulauan Sula melakukan sidak ke SPBU Sanana. Tak sampai di situ, di tanggal 12 pada bulan yang sama, DPRD Kepsul kembali mengeluarkan peringatan keras kepada pihak SPBU Kota Sanana melalui rekomendasi bernomor 170 / 5O /DPRD-KBS/TV/2022 tanggal 12 April 2022.
Hanya saja, rekomendasi DPRD Sula tertanggal 12 April 2022 itu tak berdaya sama sekali. Alhasil, antrian panjang hingga menyebabkan kelangkaan BBM masih saja terjadi hingga saat ini.
Adapun rekomendasi DPRD Kepulauan Sula ke pihak SPBU Sanana yaitu meminta SPBU agar selalu menjaga atau perbayak stok Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus untuk jenis Pertalite sehingga pengguna kendaraan dapat dengan mudah mengisi kendaraan mereka.
Sementara itu, pihak SPBU yang ditemui Haliyora, Sabtu (11/6/2022), mengaku kelangkaan hingga antrian panjang di SPBU akibat terlambatnya pasokan BBM dari depot Pertamina di Pohea Kecamatan Sanana.
“SPBU dibuka pagi jam 7 dan ditutup pada jam 10 malam. Hanya saja, distribusi dari Pertamina ke SPBU yang sering terlambat mengantar,” ujar GM, salah seorang karyawan SPBU Sanana.
Amatan wartawan pada beberapa hari terakhir ini, selain antrian panjang, kelangkaan BBM di Kota Sanana juga mengakibatkan harga eceran BBM yang dijual para pengecer naik drastis hingga Rp 15 ribu perliter untuk jenis pertalite. Sedangkan untuk BBM jenis Pertamax, dijual dengan harga Rp 20 ribu perliter. (Sarif-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!