Morotai, Maluku Utara- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Samurai Distrik Universitas Pasifik Pulau Morotai melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Pulau Morotai, Senin (25/04/2022).
Unjuk rasa dilakukan lantaran Pemda (PDAM) dinilai tak mampu mengatasi ketersediaan air bersih di lima desa se Kecamatan Morotai Selatan.
Subhan Buton, kordinator aksi mengatakan, bahwa air yang ada di lima desa tersebut hanya bisa digunakan warga untuk mandi, mencuci dan lain-lain.Tidak tidak bisa digunakan untuk minum dan masak.
“Bagi kami, ini menjadi problem besar jika masalah ini tidak diatasi dengan baik. Kami menilai Pemda dalam hal ini PDAM Morotai tidak mampu memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat”, ungkapnya saat berorasi.
Subhan juga menyebut pembangunan sarana dan pendistribusian sumber daya air di Desa Pandanga, Juanga Totodoku, Joubela dan Desa Mandiri masih jauh dari harapan masyarakat lima desa itu.
Atas dasar itulah maka Samurai mengajukan beberapa tuntutan kepada Pemda, yakni agar Direktur PDAM dipecat, segera diupayakan pengadaan air bersih di lima desa tersebut, segera realisasikan air bersih di Desa Juanga dan Pandanga, segera bangun dan selesaikan bangunan irigasi secara paten di Desa Tiley Kusu, Kecamatan Morotai Selatan Barat.
Selain menyoroti masalah penanganan air bersih, para pendemo juga menutut Pemda segera membangun talud penahan ombak di Desa Gurua Kecamatan Morotai Utara serta menangkap mafia BBM di Morotai.
Subhan menegaskan, jika tuntutan mereka tidak digubris maka Samurai akan memboikot kantor PDAM dan DPRD. “Kalau tuntun kami tidak diakomodir, maka kami akan memboikot kantor PDAM dan kantor DPRD,” tegasnya. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!