Tidore, Maluku Utara – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Nuku Cabang Kota Tidore menilai kenaikan tarif angkutan umum akan membebani masyarakat ekonomi lemah. Itu disampaikan oleh Sekretaris PMII Komisariat Nuku Irmayanti Elake kepada Haliyora, Jum’at (08/04/2022).
Menurut Irmayanti, Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Pertalite di dalamnya ada subsidi pemerintah pusat khusus melayani angkutan umum, sehingga harga Rp 7.650 per liter itu dianggap masih normal.
“BBM jenis Pertalite ini kan di dalamnya ada subsidi pemerintah khusus untuk angkutan umum, jadi harga Rp 7.650 per liter itu masih normal. Makanya kami minta Pemkot Tikep dapat mengatur kembali tarif angkutan umum di Kota Tidore Kepulauan sehingga tidak memberatkan masyarakat ekonomi lemah,”u jarnya. (Yunus-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!