Sanana, Maluku Utara- Dinas Ketahanan Pangan (Ketpang) Kabupaten Kepulauan Sula memprogramkan tiga kegiatan prioritas pada tahun 2022, yakni Diversifikasi Pangan, Pengawasan Pangan, dan Peningkatan Ketahanan Pangan.
Itu disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kepulauan Sula, Siti Hawa Marasabessi kepada Haliyora, Senin (14/3/2022).
“Tahun 20220 ini kami punya tiga program prioritas, yakni kami diserfikasi pangan, program pengawasan pangan, dan program peningkatan ketahanan pangan,” sebut Siti Hawa.
Dikatakan, program Dinas Ketahanan Pangan dari sisi pengawasan sama dengan tugas TPID terkait pengawasan pangan di Kepulauan Sula, namun pihaknya melakukan pengawasan setiap saat terhadap kestabilan bahan pangan di Sanana.
“Kalau kita setiap hari melakukan pemantauan stok bahan pokok seperti beras, kedelai, jagung, telur, daging unggas, daging ruminansia, bawang dan cabai, sedangkan minyak goreng diawasi Disperindagkop sesuai Perpres 66,” jelasnya.
Kalau program diserfikasi pangan, sambung Siti, di dalamnya terdapat program stunting, tetapi terkait stanting di bawah koordinasi Dinas KB. ”Jadi Dinas Ketahanan Pangan hanya penunjang saja, seperti mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran dan sebagainya, kemudian melakukan lomba BS2A,” terangnya.
Ditambahkan Siti, terkait interfensi pencegahan Stunting, Dinas Ketahanan Pangan saat ini menangani lima desa di dua pulau, yakni Pulau Sulabesi dan Pulau Mangole.
“Tahun 2022 kita tangani lima desa yang tersebar di dua pulau, yakni pulau Sulabesi dan pulau Mangole. Tiap kelompok anggaranya Rp 50 juta dari APBN. Jadi 5 desa itu 5 kelompok, sehingga total anggarannya Rp 250 juta, namun tidak menutup kemungkinan sosialisasinya bisa sampai 15 desa yang menjadi lokus penanganan stunting di Kepulauan Sula,” pungkasnya. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!