Ketua Komisi III Deprov Malut Beberkan Kemiskinan di 2 Daerah Tambang Meningkat

Sofifi, Maluku Utara- Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2021 di angka 16 persen, akan tetapi tingkat pertumbuhan itu tidak merata di semua daerah.

Ada dua daerah tercatat tingkat kemiskinannya meningkat. Padahal dua daerah tersebut sebagai penghasil tambang nikel yang berkontribusi besar terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) Maluku Utara.

Ketua Komisi lll DPRD Malut Zulkifli Umar mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi Malut cukup besar yakni di angka 16 persen, namun angka kemiskinan di dua daerah juga cukup tinggi.

BACA JUGA  Provinsi Malut Terendah Kemiskinan di Sulamapua

“Padahal dua daerah itu berada di wilayah tambang yakni Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Ini problem,” ujar Zulkifli, saat ditemui Haliyora, Senin (14/03/2022) di Kantor DPRD Sofifi, Malut.

Sehingga menurut Zulkifli, dari data tersebut bisa diketahui seberapa besar kontribusi pemerintah provinsi kepada kedua daerah itu dari sisi DBH. “Data kemiskinan dua kabupaten itu Komisi III dapat dari Badan Pusat Statistik (BPS),” ungkap Kifli (begitu polotisi PKS itu biasa disapa).

BACA JUGA  Warga yang Rumahnya Rusak Akibat Bentrok 2 Desa Kembali Tagih Janji Bupati Halut

Kifli menegaskan, Komisi III akan mendesak pemerintah agar melakukan intervensi agar bisa menurunkan angka kemiskinan di dua daerah tersebut melalui langkah-langkah konkrit dan terukur dengan melibatkan semua SKPD. ”Jangan hanya bicara sepotong-sepotong,” tandasnya. (Sam/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah