Ternate, Maluku Utara- Badan Pusat Statistik Maluku Utara catat Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan sebesar 105,39 atau 0,58 persen dibandingkan dengan bulan Januari sebesar 106,01.
Kepala BPS Maluku Utara Aidil Adha mengatakan, penurunan NTP berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada 7 kabupaten di Provinsi Maluku Utara pada bulan Februari 2022.
Dikatakan, penurunan NTP di bulan Februari ini disumbang oleh empat subsektor pertanian, yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0.01 persen, subsektor hortikultura sebesar 1,65 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,56 persen, dan subsektor perikanan sebesar 1,01 persen.
“Satu-satunya subsektor yang mengalami kenaikan adalah subsektor peternakan sebesar 0,78 persen,” kata Aidil dalam rilis yang diterima Haliyora, Rabu (02/03/2022).
Lanjut Aidil, indeks harga yang diterima petani dari kelima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani.
“Pada Februari, di Maluku Utara indeks harga yang diterima petani secara umum mengalami penurunan sebesar 0,57 persen dibanding Januari 2022, yaitu dari 116,40 menjadi 115,74,” ucapnya.
Ia menyebutkan, dalam subsektor telah terjadi penurunan pada 3 kelompok subsektor, yaitu subsektor Hortikultura sebesar 1,62 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,54 persen, dan subsektor Perikanan sebesar 1,09 persen.
“Sementara di kelompok subsektor yang mengalami kenaikan yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,06 persen, dan subsektor peternakan sebesar 0,71 persen,” pungkasnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!