Morotai, Maluku Utara- Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muslim Jumati, mengaku telah membangun jalan evakuasi bagi masyarakat jika terjadi gempa (Sunami) di 14 desa yang ada di Kabupaten Pulau Morotai. Itu disampaikan Muslim kepada Haliyora, Rabu (05/1/2022).
Muslim menjelaskan jalan yang dibangun di 14 desa menggunakan Dana Tak Terduga (DTT) sebesar Rp 800 juta lebih guna mengantisipasi terjadi bencana alam.
“Proses pekerjaan jalan itu dilaksanakan sejak akhir tahun 2021. Jalan dibangun pada masing-masing desa sepanjang antara 4-5 kilo meter. Jadi total panjang jalan 70 kilo meter, anggarannya bersuber dari Dana Tak Terduga (DTT) sebesar Rp 800 juta lebih,” ungkapnya.
Adapun 14 desa yang dibangun jalan tersebut antara lain di Desa Tutuhu, Hino, Korago, Lusuo, Toara, Gorugo, Pangeo-Majiko, Leleo-Pangeo, Aru, Cendana, Sopi Majiko, Bere-Bere Kecil dan Titigogoli. “Kita juga sudah sosialisasi ke masyarakat sejak Oktober 2021 lalu,” ujarnya, Rabu (05/01/2021).
Dijelaskan, karena jalan yang dibangun tersebut difokuskan untuk antisipasi evakuasi warga jika terjadi bencana maka arah jalan yang dibangun dari dataran rendah ke dataran tinggi menuju perkebunan warga. “Jadi kita buat jalan mulai dari Kecamatan Morotai Utara sampai Kecamatan Morotai Jaya,” terangnya.
Sampai saat ini, tambah Muslim, progress pekerjaan jalan di 14 desa itu masing-masing sudah mencapai 50 persen. “Kita targetkan rampung pada Januari 2022 ini,” pungkasnya. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!