Disetujui Pusat, Pemprov Malut dan Pemkot Tikep Tinjau Lahan Bandara Loleo  di 3 Desa

Sofifi, Maluku Utara- Pemerintah Provinsi dan Pemkot Tidore melakukan pengecekan lokasi pembangunan Bandara Loleo di daratan Oba, Pulau Halmahera, Senin (3/1/2022)

Pengecekan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan Bappeda Provinsi serta Pemkot Tidore itu, dilakukan setelah pemerintah pusat menyetujui pembangunan bandara pada tahun ini.

Sekprov Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir menuturkan, pengecekan itu berlangsung di Desa Loleo, Akelamo, dan Desa Gita, wilayah Kota Tidore Kepulauan. Survei dilakukan sekaligus sosialisasi kepada warga masyarakat setempat.

BACA JUGA  Aksi Protes Tambang Nikel di Halmahera Tengah, 14 Warga Dipanggil Polda Malut

“Untuk di Desa Akelamo dijadikan sebagai alternatif, dan Desa Gita sebagai pelabuhan peti kemas,” ujar Samsuddin ketika dikonfirmasi Haliyora.id, usai meninjau lokasi tersebut.

Ia menyatakan, hasil survei lokasi bandara itu akan disampaikan ke Kemenhub. Sekaligus menjadi bahan survei Tim Kemenhub untuk turun memastikan lahan lokasi bandara.

Oleh karena itu, lanjut Samsuddin, jika usulan lokasi disetujui, maka selanjutnya Pemprov Maluku Utara akan mengambil langkah terkait persiapan pembebasan lahan bandara.

BACA JUGA  Pj Gubernur Malut Siapkan Plt Kadikbud, Ini Kriterianya

“Karena lahan tanah yang di Desa Akelamo itu ada sebagian milik Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, sedangkan yang di Desa Leleo milik masyarakat, sehingga kita akan lakukan pembebasan lahan baru terlebih dahulu sebelum pembangunan dilakukan,” sambungnya. (Sam-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah