Sofifi, Maluku Utara- Pemerintah Provinsi dan Pemkot Tidore melakukan pengecekan lokasi pembangunan Bandara Loleo di daratan Oba, Pulau Halmahera, Senin (3/1/2022)
Pengecekan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan Bappeda Provinsi serta Pemkot Tidore itu, dilakukan setelah pemerintah pusat menyetujui pembangunan bandara pada tahun ini.
Sekprov Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir menuturkan, pengecekan itu berlangsung di Desa Loleo, Akelamo, dan Desa Gita, wilayah Kota Tidore Kepulauan. Survei dilakukan sekaligus sosialisasi kepada warga masyarakat setempat.
“Untuk di Desa Akelamo dijadikan sebagai alternatif, dan Desa Gita sebagai pelabuhan peti kemas,” ujar Samsuddin ketika dikonfirmasi Haliyora.id, usai meninjau lokasi tersebut.
Ia menyatakan, hasil survei lokasi bandara itu akan disampaikan ke Kemenhub. Sekaligus menjadi bahan survei Tim Kemenhub untuk turun memastikan lahan lokasi bandara.
Oleh karena itu, lanjut Samsuddin, jika usulan lokasi disetujui, maka selanjutnya Pemprov Maluku Utara akan mengambil langkah terkait persiapan pembebasan lahan bandara.
“Karena lahan tanah yang di Desa Akelamo itu ada sebagian milik Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, sedangkan yang di Desa Leleo milik masyarakat, sehingga kita akan lakukan pembebasan lahan baru terlebih dahulu sebelum pembangunan dilakukan,” sambungnya. (Sam-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!