Baru 2 Pemda Masukkan Data Bencana ke BPBD Malut

Sofifi Maluku Utara- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, kembali merilis data sementara di dua kabupaten/kota yang sudah memasukkan data korban bencana roob dan puting beliung. Dua kabupaten/ kota tersebut adalah Kabupaten Halmahera Barat dan Kota Ternate.

Sebagaimana disampaikan Kepala BPBD Provinsi Maluku Utara Feby Alting lewat rilis pada Selasa (07/12/2021), bahwa data sementara  di Kabupaten Halbar yang terjadi banjir rob di Desa Sasuru Pante, Kecamatan Sahu. Warga yang terdampak sebanyak tujuh KK, dan satu unit rumah rusak berat,  Desa Peot yang terdampak bencana sebanyak 20 KK dengan jumlah 78 jiwa, dan dua unit rumah rusak berat,  Desa Goro-Goro sebanyak 61 KK terdampak bencana hingga diungsikan, tujuh unit rumah rusak ringan dan delapan rumah rusak sedang

Di Kecamatan Jailolo Selatan, banjir roob terjadi di Desa Sidangoli Gam dengan korban terdampak sebanyak 42 KK atau 186 jiwa, Desa Tuguraci sebanyak 11 KK terdampak, Desa Tewe korban terdampak sebanyak  51 KK, Dea Toniku korban terdampak 45 KK, dan Desa Biamaahi jumlah korban terdampak sebanyak 15 KK. Namun jumlak kerusakan dilaporkan kosong.

BACA JUGA  Proyek Reklamasi Ternate Utara Rampung Tahun Ini

Sedangkan bencana angin puting beliung dilaporkan terjadi di Desa Bajak Kecamatan Loloda Tengah dengan korban terdampak sebanyak dua KK dan dua unit rumah rusak sedang.

Selanjutnya bencana akibat cuaca ekstrim di Kota Ternate antara lain terjadi di Kelurahan Dufa-Dufa Kecamatan Ternate Utara, berupa gelombang pasang mengakibatkan empat unit rumah warga rusak ringan, delapan rumah rusak berat dan sebanyak 96 orang diungsikan.

Bencana yang sama terjadi di Kelurahan Sangaji Kecamatan Ternate Utara dengan kerusakan rumah warga sebanyak tujuh unit rusak ringan, sembilan rumah rusak sedang dan 183 orang diungsikan. Di Kelurahan Sangaji Utara 183 orang diungsikan.

BACA JUGA  Sejak 2022, PDAM Ternate Rugi Rp 9 Miliar

Di Kelurahan Salero sebanyak 122 orang diungsikan, sembilan rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang.

Adapun di Kelurahan Sango sebanyak 35 orang mengungsi akibat bencana gelombang pasang.

Kerusakan fasilitas akibat terjangan gelombang pasang di Kota Ternate juga terjadi di Kelurahan Gamalama Ternate Tengah yang merusak dua talud di belakang Jatiland mall sepanjang 36 meter, mengalami kerusakan masing-masing 17 dan 19 meter.

Terjangan gelombang pasang juga terjadi di Kelurahan Kota Baru, Ternate Tengah yang menghancurkan jembatan di pelabuhan speed boat Kota Baru.

Sementara bencana serupa terjadi di Kecamatan Pulau Ternate yang memaksa 189 warga diungsikan. ”Jadi sampai sekarang baru Kabupaten Halbar dan Kota Ternate yang masukkan data bencana dan korban ke BPBD Provinsi,” tulis Feby dalam rilisnya.  (Sam/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah