Ternate, Maluku Utara- STQ Nasional ke XXVI di Sofifi akan dibuka pada Sabtu malam (16/10/2021). Warga Kota Ternate sudah memadati pelabuhan Semut Mangga Dua untuk antri menuju Sofifi.
Amatan Haliyora, warga mulai antri pukul 14.30 WIT diawasi ketat petugas TNI-Polri dan Satgas Covid-19 serta petugas pelabuhan. Pengawasan untuk memastikan setiap speedboat hanya boleh mengangkut maksimal 15 penumpang, serta semua penumpang dan ABK harus menggunakan masker.
Safia, salah satu penumpang mengatakan, tujuan ke Sofifi ini untuk menghadiri dan memeriahkan pembukaan STQ yang akan digelar nanti malam “STQ ini kan baru pertama kali dilaksanakan di Maluku Utara, jadi torang pingin lihat sekaligus memeriahkan,” ujarnya.
Safia dan penumpang lain terlihat sangat bersemangat pergi ke Sofifi meski harus rela antri menunggu giliran dalam pengawasan petugas. “Tara apa torang antri asal bisa ke Sofifi. Kita juga harus mentaati protolol kesehatan demi kebaikan kita semua, jadi tara apa-apa,” ungkapnya bersemangat.
Sementara, Saiful, salah satu penumpang lainnya merasa heran, karena menurutnya, penumpang speedboat ke Sofifi hari ini berbeda dengan sebelumnya.
Katanya, hari ini penumpang tujuan Sofifi sangat banyak. “Hari-hari sebelumnya penumpang ke Sofifi tidak seperti ini. Mungkin karena ada STQ di Sofifi jadi orang-orang mau menonton ka apa,” ujarnya.
Danpos Mangga Dua Ternate, Aprianto S, mengatakan, speed boat yang beroperasi hari ini diarahkan semuanya untuk beroperasi dengan total jumlah speed sebanyak 180 unit. Jumlah ini sudah bolak balik sebanyak 10 kali.
“Jadi kita bagi per shif, ada shif A dan shif B, tetapi kondisi seperti ini tetap saja masih padat,” kata Aprianto ketika diwawancarai haliyora.id di Pelabuhan Semut Mangga Dua, Sabtu, 16 Oktober 2021.
Dikatakan, dirinya tidak menduga akan terjadi lonjakan penumpang di Pelabuhan Speed seperti ini. “Ini karena antusias masyarakat untuk menghadiri acara STQ jadi semuanya menumpuk di pelabuhan ini,” tuturnya
Dengan melonjaknya penumpang di pelabuhan semut yang mau menyeberang ke Sofifi, Aprianto mengaku kewalahan melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan, meskipun sudah dibantu tim Covid-19.“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetap saja kewalahan,” ungkapnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!