Sanana, Maluku Utara- Semenjak Pandemi Covid-19 pada Maret 2020, bandar udara di Kabupaten Kepulauan Sula juga terhenti beroperasi. Kabupaten Kepulauan Sula seakan terisolir dari transportasi udara. Tidak ada lagi jadwal penerbangan dari dan ke Sanana. Ini disampaikan oleh Kepala Bandar Udara (Bandara) Emalamo Sula Syaifullah Siregar kepada Haliyora, Senin (4/10/2021).
Namun sekarang, kata Syaifullah, Pemda Sula sudah melakukan penandatanganan MoU dengan maskapai penerbangan Trigana Air untuk kembali beroperas di Sula.
Untuk itu, sambung Syaifullah, dalam beberapa bulan terakhir pihaknya berkoordinasi dengan Pemda Sula untuk untuk menambah panjang landasan bandara Emalamo agar dapat didarati pesawat tipe 42 seri 300 milk Trigana Air.
“Jadi,rencananya panjang landasan ditambah menjadi 1.100 X 23 sehingga cocok untuk landing pesawat tipe 42 seri 300. Jadi mau tidak mau kita lakukan pendekatan dengan pihak Trigana Air,” kata Syaifullah.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Sula, Chairullah Mahdi, Selasa, (05/10/2021) menyampaikan, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Bupati Kepulauan Sula, telah mewujudkan salah satu visi Sula Bahagia di bidang transportasi udara dengan beroperasinya maskapai Trigana Air di Kabupaten Kepulauan Sula mulai Senin, 04 Oktober 2021.
Dikatakan, pada penerbangan perdana tersebut, Trigana Air terbang dari Ambon ke Sanana. “Penerbangan perdana dari Ambon-Sanana itu hanya memuat penumpang dari perwakilan Pemda Sula antara lain Asisten III Setda Sula, Kepala Inspektorat, Kadis Perhubungan bersama staf , dan Kepala Bandara Emalamo,” terangnya.
Chairullah menambahkan, Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus sudah berjanji akan mensubsidi biaya penerbangan tersebut berapa pun besarnya, asalkan masyarakat bahagia dan menikmati transportasi udara, apalagi saat pandemi sekarang ini.
Dengan mulai beroperasinya pesawat Trigana Air di Bandara Emalamo Sanana ini, lanjut Chairullah, sangat membantu masyarakat terutama dalam menjawab solusi kebutuhan masyarakat yang mendesak dan butuh kecepatan dan ketepatan waktu, apalagi di tengah kondisi pandemi covid-19 saat ini. Selain itu tentunya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Sula serta memudahkan mobilisasi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula khususnya Pulau Sulabesi dan Pulau Mangoli serta Kabupaten Pulau Taliabu untuk bepergian ke luar Maluku Utara.
“Semoga transportasi udara di kepulauan Sula terus lancar guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara dan ikut membangkitkan perekonomian daerah,” harapnya. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!