Ternate, Maluku Utara- Pemerintah Kota Ternate merencanakan mengganti logo daerah. Alasannya, logo daerah saat ini yakni Maku Gawene dengan simbol ikan Pari itu dinilai tidak memiliki makna filosofi.
Plt, Kepala Bapelitbangda Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, pemerintahan M. Tauhid Soleman dan Jasri Usman akan mengganti semboyan Maku Gawene yang terdapat pada logo Kota Ternate dengan City Branding. Kata Maku Gawene sambung Rizal, yang tercantum pada logo Kota Ternate saat ini bermakna baku sayang atau saling menyayangi tidak memiliki makna filosifis dan tidak mencerminkan karakteristik Kota Ternate.
“Identitas Kota harus memiliki nilai dasar yang mencerminkan karakter kota,” tutur Rizal beberapa waktu lalu.
Tak hanya kata Maku Gawene yang dinilai tidak cocok, gambar ikan Pari pada logo Ternate juga dipertanyakan. “Coba perhatikan dalam logo Kota Ternate ada gambar ikan Pari. Apa arti filosofis ikan pari ? Masa hewan air begitu jadi identitas Kota Ternate,” ujar Rizal mengkritisi.
Rencana Pemkot Ternate tersebut mendapat tanggapan positif dari Akademisi akademisi IAIN Ternate, Sukarno M. Adam, saat dimintai tanggapannya, Senin (04/10/2021) kemarin.
Sukarno menyetujui rencana Pemkot Ternate untuk menganti logo daerah. Menurutnya, simbol Maku Gawene dengan logo ikan pari dinilai tidak mencerminkan identitas dan karakteristik daerah. Namun sebelum diganti, ia menyarakan agar dilakukan kajian secara ilmiah.
“Logo daerah haruslah mencerminkan identitas dan karakteristik Kota dan orang Ternate, simbol yang tercantum dalam logo Maku Gawene tidak merepresentasikan identitas dan karakteristik daerah, karena itu diperlukan basis kajian secara ilmiah sebelum diganti,” terang Sokarno
“Simbol ikan Pari juga belum terlalu mencerminkan indentitas dan karakteristik Ternate,” tambahnya.
Lebih lanjut kata Sukarno, para leluhur Ternate sudah banyak menjelaskan sesuatu dengan kekuatan sastra dan simbolnya (local genius), dengan begitu, pada saat menetapkan logo Ternate perlu digali juga kekuatan sasta dan simbol yang ada, sehingga ketika menetapkan logo daerah mestinya disesuaikan dengan identitas dan karakteristik Ternate.
Meski begitu, Sukarno belum memastikan logo apa yang tepat sebagai pengganti Maku Gawene yang mencerminkan karakter dari Kota Ternate.
“Tawaran sementara belum ada, karena saya perlu melakukan kajian untuk melihat secara mendalam dan memastikan logo yang tepat,” pungkas Soekarno yang juga direktur Buku Suba Institut. (Alfian-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!