Dianiaya Teman Sejawat, Wanita Pelayan Cafe Pertanyakan Penanganan Perkara di Polsek Taliabu

  • Whatsapp

Bobong, Maluku Utara- Anisa (21) melaporkan IJP alias Putri (22) ke Polsek Taliabu Barat atas pemukulan (penganiayaan) yang dilakukan Putri kepada dirinya di Cafe Rusli, Jalan Talo, Desa Wayo Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (08/09/2021) sekitar pukul 03:00 WIT.

Atas laporannya, Anisa dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian Polsek Talibau Barat pada tanggal 13 September 2021. Namun sejak saat itu kasus yang dilaporkannya (Anisa) tidak terdengar lagi kelanjutannya. Bahkan menurut keterangan Anisa, IJP alias Putri (terlapor) telah ditahan tapi telah dilepaskan.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana diceritakan Anisa kepada Haliyora, pada Sabtu (25/09/2021), bahwa peristiwa pemukulan terhadap dirinya itu terjadi saat ia dan seorang teman pria yang tidak disebutkan namanya pergi ke Caffe Rusli sekitar pukul 01.30 WIT untuk karaoke. Setelah beberapa lama, tiba-tiba IJP alias Putri menghampiri dan memukulkan gelas ke wajahnya mengakibatkan bagian wajah korban termasuk alisnya mengalami luka sobek. “Setelah itu saya langsung dibawa ke Kantor Polisi melaporkan kejadian kemudian ke rumah sakit dan langsung divisum,” cerita Anisa.

Karena kasus penganiayaan yang telah dilaporkan itu tidak kunjung diproses, bahkan pelaku juga sudah dilepas setelah sempat ditahan, maka Anisa merasa bingung dan tidak tau lagi kelanjutan kasus penganiayaan atas dirinya tersebut.

“Kasus ini saya lapor pada Rabu, 08 September 2021 lalu, sampai sekarang belum ada kejelasan dari penyidik, padahal saya sudah diperiksa, bahkan sekarang ini pelaku pun sudah dibebaskan setelah ditahan. Saya tidak tau lagi bagaimana kelanjutannya. Anisa berharap kasus tersebut diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku, sehingga saya mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum,” tutur Anisa.

Terpisah, IJP alias Putri (pelaku), kepada Haliyora menceritakan, peristiwa pemukulan terjadi lantaran dipengaruhi miniman keras (mabuk) dan merasa selalu diganggu oleh korban (Anisa) saat ia melayani tamu.

IJP menceritakan, sebelum kejadian pemukulan tersebut, seorang pria datang dan memintanya untuk menemani minum. Lalu mereka berdua pun meminum-minuman keras di tengah-tengah dentuman music karaoke, sambil berjoget. Tak lama Anisa datang dan duduk di samping tamu yang ditemani IJP.

“Jadi Anisa ini selalu mengganggu saya dengan tamu itu. Kalu saya deng tamu itu berjoget, Anisa selalu masuk ke tengah dan pisahkan kami. Dari situ saya kesal karena merasa sangat terganggu oleh ulah Anisa ini. Dan karena sudah dipengaruhi minumnan keras yang kami minum, maka saya juga sudah hilang kontrol kemudian saya ambil gelas dan pukulkan ke wajah Anisa,” beber LJP alias Putri.

Sementara, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp, Jum’at (25/09/2021), AKP. Roy Berman Simangunsong, SH. S.I.K mengaku belum tau perkembangan kasus penganiyaan yang dilaporkan Anisa. “Saya belum tau perkembangannya, belum ada laporan ke saya,” ujar Kapolsek.

Sedangkan Kanit Reskrim Polsek Taliabu Barat, Jastin Ajis, belum dapat dikonfirmasi. Dihubungi lewat telpon tidak diangkat, lewat Whatsapp pun belum dibalas hingga berita ini dipublis.

Sekedar diketahui, korban dan pelaku adalah bekerja sebagai wanita penghibur pada Cafe yang berbeda. Anisa (korban) bekerja di Cafe Sayuti sedangkan IJP alias Putri bekerja di Cafe Rusli. Anisa adalah warga Luwuk, Sulawesi Tengah sementara IJP warga Kendari, Sulawesi Tenggara. (Ham-1)

Pos terkait