Dicurhati Kepsek, Ketua DPRD Minta Gubernur AGK Bentuk Tim Investigasi

  • Whatsapp
Ketua DPRD Provinsi Malut Kuntu Daud

Sofifi, Maluku Utara- Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Kuntu Daud meminta Gubernur dan Sekprov membentuk tim investigasi internal bersama Inspektorat untuk melakukan investigasi atas dugaan jual beli jabatan Kepsek di lingkup Pemda Malut.

Kuntu mengakui mencuatnya dugaan jual beli jabatan Kepsek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga sudah diketahui instansi penegak hukum.

Bacaan Lainnya

“Isu jual beli jabatan Kepsek itu, pihak aparat penegak hukum seperti Kejaksaan juga sudah tau. DPRD yang beri tahu. Jadi kami minta gubernur dan sekda segera bentuk tim investigasi internal bersama Inspektorat melakukan investigasi masalah ini. Tim investigasi tidak boleh dibentuk oleh dinas,” ujar Kuntu, Rabu (15/09/2021).

Kata Kuntu, sebenarnya bisa saja DPRD bentuk Pansus terhadap masalah ini, tetapi saat ini DPRD juga sudah bentuk satu Pansus yang belum selesai melaksanakan tugasnya. “Sehingga lebih baik Gubernur dan Sekda bentuk tim investigasi agar masalah ini cepat diselesaikan,” terang Kuntu.

Kuntu juga menyarankan agar tim yang dibentuk betul-betul independen. Dia menambahkan permasalahan ini sudah cukup jelas, sebab, sambung Kuntu, kepala sekolah yang merasa dirugikan menyampaikan langsung  kepada dirinya.

“Kalau mereka tidak bilang tidak mungkin saya berani berbicara. Intinya Pemprov harus membentuk tim investigasi yang independen untuk melakukan investigasi supaya hasilnya objektif, karena masalah ini juga menyangkut nama baik pak gub,” pungkasnya. (Sam-1)

Pos terkait