Halsel, Maluku Utara- Pelamar guru P3K di Halsel tahun ini sangat minim. Menurut Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Halsel, Yusuf Untung, bahwa hal itu disebabkan karena kebanyakan guru yang mengabdi sekarang hanya lulusan D-II dan tidak terdaftar di Dapodik.
Yusuf mengatakan, kuota guru P3K sebanyak 1.476, namun hingga penutupan pendaftaran pada 26 Juli 2021 hanya 892 orang yang melamar, minus 584 orang.
Dijelaskan Yusuf, bahwa syarat mendaftar P3K harus terdaftar di Dapodik dan mesti lulusan S1, sedangkan kebanyakan guru Halsel yang meski sudah mengabdi puluhan tahun itu masih menggunakan ijazah D-II, bahkan sebagian besar belum terdaftar di Dapodik sehingga tidak bisa ikut mendaftar.
“Sebagian besar lulusan D-II dan bahkan belum terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sehingga namanya tidak masuk dalam system pendataan skala nasional, makanya mereka tidak bisa mendaftar. Inilah penyebab pelamar sangat kurang,” terang Yusuf, Selasa (10/08/2021).
Padahal, lanjut Yusuf, kebutuhan SDM khusus guru di Halsel masih terbilang jauh dari harapan, sebab hingga kini sekolah SD dan SMP diluar Ibu kota Bacan masih membutuhkan guru kelas dan guru mata pelajaran (Mapel).
Untuk mengatasi kekurangan guru tersebut, kata Yusuf, para guru yang lulusan D-II menjadi perhatian Disdikbud Halsel untuk mendorong SDM ke depan. “Kami merencanakan mengajukan bantuan beasiswa bagi guru lulusan D-II untuk lanjutkan studi S-1 agar dapat mengisi kebutuhan guru di Halsel,” ujar Yusuf. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!