Tifo, Haliyora- Sepekan terakhir, publik Kota Ternate disuguhi dengan kabar ‘pisah rasa’ antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate.
Pisah rasa ini ditandai dengan tidak berkantornya Wakil Wali Kota Ternate Jasri Usman kurang lebih tiga pekan.
Awalnya biasa-biasa saja, meskipun kabar pisah rasa sudah terdengar sayup-sayup menggema, tapi karena kasus Corona lagi menanjak di Kota Majang, jadi dimaklumi sikap pak Wakil Wali Kota yang belum berkantor. Apalagi Kota Ternate dalam kategori zona merah Covid-19, mungkin saja pak wakil bekerja dari rumah sebagaimana yang diutarakan Humas Pemkot Ternate, Saiful, begitulah anggapan sebagian kalangan.
Hari semakin berlalu, penerapan PPKM pun usai di tanggal 20 Juli 2021, Pak Jasri belum juga berkantor. Belakangan berbagai media online maupun cetak mengabarkan, alasan pak wakil tak berkantor bukan semata-mata menghindari berpapasan dengan Corona, tapi juga lebih dari itu, Pak Wakil mulai ‘kehilangan rasa’ dengan Pak Wali Kota M. Tauhid Soleman, makanya tak berkantor menghindari bersua wajah.
Pengakuan Wakil Wali Kota pun diumbar ke publik melalui salah satu media online. Kata dia, dirinya tak berkantor sebagai sikap protes atas berbagai kebijakan Wali Kota yang diambil tanpa duduk bersama dengannya.
Sikap pak Jasri selaku Wakil Wali Kota memang manusiawi, dikala sepasang muda-mudi lagi membangun impian hidup bersama di masa mendatang, lalu ada keputusan yang diambil tanpa baku bicara, maka pasti salah satunya meradang dan meriang, enggan bicara dan tak mau bertemu sapa, atau biasa disebut Maraju Kasih.
Itu cerita sepasang muda-mudi memadu kasih, yang satunya maraju tentu hanya berefek pada pasangannya.
Sikap pak Wakil Wali Kota yang mirip dengan prilaku pada cerita sepasang muda-mudi tentu jalan ceritanya pasti berbeda. Sikap pak Wakil Wali Kota dapat dikategorikan ‘Maraju Politik’.
Efek maraju kasih dan maraju politik jauh berbeda, maraju politik bisa berdampak terstruktur, sistematis dan massif, juga panjang dan besar. Apalagi, Pak Jasri bukan politisi kacang-kacang. Beliau adalah Ketua Wilayah PKB Maluku Utara. Dimana PKB adalah partai pemenang pemilu di Kota Ternate pada 2019 lalu, dan menjadi Ketua DPRD Kota Ternate saat ini.
Jika saja marajunya pak jasri berkepanjangan, maka bisa dipastikan, janji kemesraan mahligai pemerintahan pasti tabula-bale, masa bulan madu di 100 hari kerja jadi tabalai.
Jadi, sebagai pemimpin apapun alasannya, kepentingan rakyat harus di nomor satukan. Masih banyak rakyat yang belum nikmati air bersih dengan layak, rakyat juga susah penuhi kebutuhan sehari-hari akibat corona belum reda, rakyat frustasi, berbagai usaha terancam gulung tikar, PHK dimana-mana, sebagian rakyat hari ini bisa makan, entah besok bisa atau tidak. Semuanya adalah tanggungjawab pemimpin. Dan setiap kepemimpinan akan dimintai pertanggungjawaban.
Alhamdulillah, pada Kamis pagi, 29 Juli 2021, Pak Jasri telah berkantor kembali, raut bahagia tergambar di wajah Walikota Tauhid, ungkapan kesenangan tak bisa dibendung, Walikota pun berucap bahagia sebagai tanda keduanya bisa diandalkan lagi.
Tak menunggu lama, sejak hari itu berkantor, Pak Jasri pun mulai gas bekerja, semangat kerjanya nampak berlipat-lipat, tanda ada kerinduan dibalik maraju.
Harapan rakyat Kota Ternate pun kembali bangkit, so pasti imunitas juga ikut naik di tengah pandemi Covid-19 belum melandai.
Tertanggal 29 Juli 2021, kasus positif Covid-19 bertambah 20 kasus, juga 1 orang dinyatakan wafat, sehingga akumulasi orang yang meninggal dunia di Kota Ternate karena Corona menjadi 65 orang. Sekalipun demikian, ada 2370 orang sembuh dari virus jahanam ini dari total positif sebanyak 2689 orang, dan 26 orang masih dirawat di RS, sementara 228 orang menjalani isolasi mandiri, kita doakan semoga mereka semua bisa diberikan kesembuhan, Aamiin.
Sementara itu, berbagai usaha pedagang kaki lima saat ini masih terjepit dan menjerit, puluhan satgas pasar dipecat, krisis guru juga belum terselelesaikan, di atas sana ada juga jeritan dan teriakan dari berbagai masyarakat karena air yang tersalur masih tege-tege. Semuanya butuh kerja keras pemimpin Kota Ternate.
Kompak, solid dan terus bergerak adalah kunci keberhasilan menata Kota Ternate, harapan terbesar rakyat kepada Pak Wakil Wali Kota Jasri Usman, kalu boleh jangan lagi Maraju. Kita doakan agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate panjang umur dan sehat selalu, supaya Ternate bisa di-Andalkan dengan Tulus. Salam (Red*)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!