Maba, Maluku Utara- Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Halmahera Timur (Haltim) membantah isu pemangkasan sejumlah honorer di Halmahera Timur terkait politik.
Bantahan itu disampaikan Sekretaris BKD, Jamal Esa saat dikonfirmasi, Rabu (27/07/2021) kemarin.
Kepada awak media, Jamal mengatakan bahwa dalam rekrutmen honorer daerah pihaknya mengedepankan asas profesionalisme. “Kalau ada pihak tertentu menganggap ada tendensi politik, menurut saya itu penilaian pribadi,” tandasnya.
Kata dia, sebagaimana arahan Bupati dan wakil Bupati dalam setiap kunjungan, bahwa saat ini tidak ada lagi kelompok-kelompok politik yang terbawa dalam pemerintahan Ubaid-Anjas. Yang ada sekarang ini hanya kepentingan besar Halmahera Timur ke depan yang maju dan sejahtera.
“Itu selalu disampaikan pak bupati maupun pak wakil bupati pada setiap kesempatan kunjungan ke masyarakat,” ujar Jamal.
Jamal kembali menegaskan, dalam melaksanakan rekrutmen tenaga honor daerah tidak melihat sisi politis, tetapi hanya bersandar pada aturan. “Kita lakukan rekrutmen bersandar pada aturan bukan kita terima orang-orang tertentu karena pertimbangan politik,” tandasnya
Menjawab tudingan sejumlah LSM terkait sejumlah pegawai honorer yang telah lama mengabdi namun tidak terakomodir dalam SK honorer baru, menurut Jamal hal itu wajar, karena jumlah pegawai honorer di Haltim saat ini sebanyak 1.600 orang lebih.
“Jadi kalau ada satu dua yang tercecer, itu manusiawi (human eror), saya akui itu,” ujar Jamal. Olehnya Jamal mengaku pihaknya mengakomodir tuntutan LSM untuk mengakomodir tenaga honorer yang namanya tidak masuk dalam SK.
“Untuk mengakomodir tuntutan LSM saat hering, kami minta mereka masukan data honorer yang tidak terdaftar dalam SK baru. Soal nanti SK yang sudah diterbitkan itu direvisi atau bagimana, itu bukan domain kami di BKD,” pungkasnya. (RH-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!