Infrastruktur Penunjang STQ Dimatangkan, Salmin : Target September Tuntas

Sofifi, Maluku Utara- Meski masih dalam pandemi Covid-19, Pemprov Malut terus mematangkan persiapan perhelatan STQ tingkat nasional yang bakal digelar bulan Oktober mendatang di Sofifi, ibukota Provinsi Maluku Utara.

Terkait dengan kesiapan tersebut, kepada Haliyora, Ketua Panitia daerah STQ, Salmin Janidi menjelaskan, seluruh persiapan penyelenggaraan acara saat ini terus dimatangkan dan dimonitor. Kata dia, yang perlu digenjot adalah infrastruktur pendukung yang pengelolaannya ada di dinas tekhnis.

“Jadi saya berharap supaya dinas teknis menggenjot sesuai target waktu, agar infrastruktur untuk STQ bisa selesai bulan September,” ucap Salmin, Senin, (12/7/2021).

“Kita minta dinas teknis monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan yang ada di lapangan supaya bisa tuntas tepat waktu,” tambah Salmin.

BACA JUGA  Pelaku Usaha UMKM Gelar Lapak Selama STQ Kota Tikep tanpa Pungutan Biaya

Sementara terkait dengan pembangunan Masjid Raya Sofifi yang akan dijadikan sebagai sentral pelaksanaan STQ, menurut mantan Karo Humas Pemprov Malut itu, harusnya sudah rampung di awal bulan September, sehingga bisa dilakukan berbagai persiapan lanjutan

“Masjid raya tidak bisa ditargetkan selesai Oktober, minimal pelataran masjid ditambah backgroundnya itu yang dibutuhkan untuk pemasangan astaka dan lain-lain, sehingga harus didahulukan, dan mestinya awal September sudah selesai,” ucapnya

Salmin menyebut sesuai laporan lisan yang disampaikan dari Dinas PUPR, bahwa progres pekerjaan Masjid Raya saat ini sudah capai 60 persen lebih, sedangkan Dinas Perkim sementara ini sudah lakukan pengecetan dan pemeliharaan terhadap perumahan yang bakal ditempati peserta.

BACA JUGA  Kementerian Agama RI Kembali Tinjau Kesiapan STQ Nasional di Sofifi

Meski begitu, Salmin berharap agar setiap pekerjaan di lapangan harus dibarengi dengan monitoring dan pengawasan yang ketat, jangan sampai apa yang diharapkan tidak sesuai.

“Jadi dicek betul  kerjanya jangan sampai kekurangan bahan di lapangan juga berpengaruh, atau mungkin kebutuhan  yang lain secara teknis mungkin mereka lebih tau daripada diawasi oleh kita supaya  jangan kita membuat laporan di atas kertas tapi kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan itu,” ungkapnya.

Untuk kesiapan panitia sendiri lanjut Salmin, acaranya akan diatur mulai dari pengumuman pendaftaran oleh Kementrian Agama, “panitia daerah hanya memback-up website dan informasi kesiapan,” jelas Salmin yang juga Ketua Bappeda Malut. (Sam-*)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah