Penaklukkan Konstantinopel

Abdul Qubail meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin As “suatu ketika kami sedang menulis di samping Rasulullah Saw. Tiba-tiba beliau ditanya, ‘Kota manakah yang ditaklukkan lebih dulu : Konstantinopel ataukah Romawi ?’ Beliau menjawab, “Kota Herakliuslah yang akan ditaklukkan lebih dulu.’ Maksudnya adalah Konstantinopel.”

Haliyora.id- Konstantinopel didirikan ribuan tahun lalu oleh pahlawan legendaris Yunani, Byzas, dan dinamai Byzantium. Letak kota ini sangat strategis, sehingga kota ini dijadikan sebagai pusat  ibukota Romawi Timur oleh Kaisar Konstantin pada tahun 324 M. Nama kota ini kemudian dirubah menjadi Konstantinopel.

Semasa hidup, Rasulullah Saw telah mengabarkan tentang jatuhnya kota ini ke tangan umat Islam, sebagaimana dinyatakan dalam perang Khandaq.

Setelah Rasulullah Saw wafat, kota inipun berupaya direbut oleh khalifah dan pemimpin Islam lainnya. Misalnya pada tahun 44 H. Muawiyah bin Abi Sufyan dari Dinasti Umayyah mencoba merebut kota ini namun gagal. Meski demikian, upaya merebut terus dilakukan hingga Dinasti Abbasiyah tetapi tetap saja gagal.

Selanjutnya penguasa Seljuk, Alp Arselan (1063-1072M/455-465 H), tercatat pernah mengalahkan Kaisar Bizantium Dimonos (Romanus IV atau Armanus) pada 1070 M/463 H. Keberhasilan ini mengakibatkan sebagian besar wilayah Bizantium berada di bawah kekuasaan Islam.

BACA JUGA  40 Anggota KPPS Taliabu Reaktif Rapid Tes

Pada awal abad ke-8 H, Turki Utsmani membuat kesepakatan dengan Seljuk untuk memerangi Bizantium. Kerjasama ini memberi semangat baru untuk menguasai Konstantinopel. Pada tahun 1393 M/796 H, Sultan Yildirim Bayazid mengepung Konstantinopel dan berhasil memaksa Kaisar Bizantium menyerahkan Konstantinopel secara damai. Namun penyerahan ini gagal menyusul datangnya bantuan dari Eropa dan serbuan bangsa Mongol yang dipimpin Timur Lenk.

Dan pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II (Mehmed), Kota Konstantinopel berhasil ditaklukkan, dan namanya dirubah menjadi Istanbul yang bermakna kota Islam. Sultan Muhammad II pun diberi gelar Al Fatih (sang penakluk).

Setelah naik tahta pada 1451 M/855 H, Sultan Muhammad II (Sultan Mehmed) telah memikirkan strategi menguasai Konstantinopel. Dia berkonsultasi dengan gurunya, Syekh Syamsudin dan membantu menyiapkan pasukan. Sultan ke 7 Turki Utsmani ini kemudian menyatakan perang dengan Bizantium dan bergerak bersama 50.000 pasukan mengepung Konstantinopel. Pengepungan ini berlangsung tiga hari, Sultan kemudian menarik kembali pasukannya.

Pada hari Jumat, 27 Rabiul Awal 857 H atau 23 Maret 1453 M, bersama pasukan 250.000 orang lebih menyerang Konstantinopel. Sebelumnya Sultan telah mengirim pesan agar kota ini diserahkan secara baik-baik dan berjanji akan menjamin keselamatan warga Konstantinopel dengan baik, termasuk kebebasan beragama.

BACA JUGA  Begini Tanggapan Eks Kabag Hukum Halsel Soal Sengketa Pilkades

Pada hari Selasa, 29 Jumadil Awal 857 H, atau 29 Mei 1453 M, pukul satu dini hari, serangan utama akhirnya dilancarkan. Melalui pintu Edirne, pasukan Turki Utsmani berhasil menembus kota dan menaklukkan Konstantinopel yang terkenal kuat dalam pertahanan.

Sultan memasuki kota dari gerbang Charisian didampingi pasukan Janissari, pasukan elite Turki Ustmani.

Saat menaklukkan Konstantinopel usia Sultan baru 21 tahun lewat dua bulan, namun bisyarah Rasulullah Saw berhasil dia wujudkan. Fatih Sultan Mehmed, begitu orang Turki menyebut, atau dikenal di Eropa dengan sebutan The Grand Turk Mehmet, dan dalam dunia Islam dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih.

Setelah memasuki kota, Sultan meminta kepada para pendeta menenangkan penduduk dan kembali ke rumah masing-masing dengan diberikan jaminan. Beberapa pendeta yang bersembunyi keluar dan menyatakan keislamannya setelah menyaksikan toleransi Islam kepada penduduk yang telah ditaklukkan.

Sultan kemudian memindahkan ibukota Ustmani ke Kota Konstantinopel, namanya dirubah menjadi Instanbul dan menjadikannya sebagai pusat peradaban Islam. Dilansir dari buku Peradaban Islam di Turki oleh DR. Muhammad Syafi Antonio. (Red*)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah