Sanana, Maluku Utara- Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kepulauan Sula, Rahmat Silia merasa kesal atas kinerja 78 pemerintah desa di Sula yang terlambat memasukkan laporan realisasi anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2021.
Itu disampaikan Rahmat Silia, saat dikonfirmasi Haliyora, Selasa (29/06/2021). “Terus terang saya kesal. Karena menurut saya pemerintah di 78 desa tidak proaktif sehingga penyaluran BLT DD tahap I terlambat,” ujar Rahmat kesal.
Dikatakan, dari 78 desa tersebut baru 23 desa yang melakukan pencairan Dana Desa dan membayar BLT tahap I ke Keluarga Penerima, sementara 55 desa lainnya hingga kini belum menyampaikan laporan realisasi anggaran DD sehingga dananya belum bisa cair.
“Kepala Desa di 78 desa ini menurut saya kurang proaktif sehingga berimbas pada lambatnya penyaluran BLT DD. Untuk tahap satu realisasi BLT DD sejauh ini baru 23 Desa yang sudah melaporkan realisasi anggaran DDnya, sedangkan 55 desa lainnya belum bisa dicairkan karena laporannya belum masuk,” ungkap Rahmat
Bukan hanya itu, sambung Rahmat, pencarian anggaran kegiatan fisik untuk 78 desa juga belum bisa diproses karna Pemdes belum memasukkan Laporan kegiatan fisik kepada inspektorat dan laporan realisasi ke Dinas PMD.
“Untuk kegiatan fisik juga dananya belum bisa diproses karna pemdes belum sampaikan kaporan kegiatan fisik ke Inspektorat dan laporan realisasi anggaran kepada Dinas PMD,” ungkapnya kesal.
Rahmat berharap agar para kades lebih proaktif dan lebih utamakan kepentingan masyarakatnya.
“Saya berharap kepala desa di 78 desa bisa bekerja sungguh-sungguh untuk melayani kepentingan masyarakat. Utamakan urusan pembangunan desa dan pelayanan lainnya secara maksimal dan baik supaya masyarakat percaya,” imbuhnya. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!