Jailolo, Haliyora
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Halmahera Barat akan jadikan desa Tuada, Kecamatan Jailolo sebagai pusat pengembangan produksi perikanan tangkap dan budidaya ikan.
Untuk itu, DKP Halbar harus menyediakan sarana dan prasarana seperti membuat cetakan tambak, menyediakan kincir, genset, pompa air, mes operator serta gudang.
Untuk pekerjaan cetak tambak sudah hampir rampung, begitu pula mesin generator dan pompa air, kincir juga sudah ada. Sementara yang tersisa adalah pembangunan mes operator dan gudang yang hingga kini belum dikerjakan karena terkendala dana.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Halbar saat dikonfirmasi Haliyora, Selasa (23/03/2021).
Kata Kadis, sejauh ini pembangunan pengembangan produksi perikanan tangkap dan budidaya sudah mulai dibangun namun masih terkendala anggaran, anggaran yang bersumber dari dana insentif daerah (DID) yang berjumlah Rp 1 miliar lebih baru di kucurkan Rp 200 juta
“Kita diperhadapkan masalah besar terkait anggaran, anggaran sekarang ini baru dikucurkan 200 juta dari DID sebesar Rp 1 miliar lebih,” ungkap kadis.
Meski demikian, kata Kadis, untuk percetakan tambak sudah hampir selesai. Sarana dan pra sarana lain seperti kincir, ganset dan pompa air sudah ada.
“Yang kita butuhkan dan belum dibangun adalah menyediakan sarana prasarana penunjang, seperti mes untuk operator, dan gudang. Kalau semua sudah selesai barulah kita bisa datangkan bibit ikan,” jelasnya.
Sementara untuk penyediaan listrik, kadis mengaku telah berkordinasi dengan pihak PLN. “Tenaga listrik yang kita butuhkan sekitar 23 KVA. Itu biayayanya sekitar Rp 39 juta ditambah biaya beban sebesar Rp 1 juta lebih,” rincinya.
Selain itu, ada perluasan lokasi seluas dua hektar. ”Jadi nanti DID itu sudah cair semua, kami akan kembangkan sampai dua hektar itu terpakai seluruhnya,” pungkas kadis. (Elang-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!