Ternate, Haliyora
Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro (BPUM) atau bantuan langsung tunai (BLT UMKM) masih menunggu juknis dari kementerian Koperasi RI.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Ternate, Hadi Hairudin saat dikonfirmasi, pada Selasa (23/03/2021). “Kita masih menunggu juknis dari kementerian,” kata Hadi Hairudin.
Sambung Hadi Hairudin, bahwa kuota BPUM secara keseluruhan untuk UMKM di Kota ternate sebanyak 31 ribu dan datanya sudah masuk pada tahun 2020. “Dari 31 ribu, baru 21 ribu yang dapat bantuan, masing-masing Rp 2.400,000,” terangnya.
Katanya, yang sudah dapat tahap pertama juga bisa dapat pada tahap ke dua, namun pihaknya akan memprioritaskan UMKM yang belum menerima pada tahap pertama.
“Tahap ke dua ini kita prioritas yang belum dapat, yang sudah dapat juga bisa dapat tahap dua. Kita berharap lebih banyak UMKM yang dapat, lebih baik. Makanya UMKM yang belum masukkan data dapat dimasukkan, sambil menunggu Juknis dari kementrian,” ujar Hadi Hairudin.
Dikatakan, untuk pemulihan ekonomi rakyat, maka harus perbanyak kuota penerima bantuan.
Ditambahkannya, ada kemungkinan besaran bantuan di tahun 2021 lebih kecil dari tahun 2020.
“Ada informasi bahwa bantuan untuk UMKM di tahun 2021 ini tidak sama dengan tahun 2020 lalu. Kemungkinan menurun, kalu tahun 2020 sebesar Rp 2.400.000 per UMKM, maka tahun 2021 ini hanya Rp 1.200.000 per UMKM. Tapi kita belum tau pasti,” sambungnya. (jae-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!