Marak Kasus Pencabulan Anak di Haltim, Ini Tanggapan Kadis KBPPA

Maba, Haliyora

HT (13) korban persetubuhan yang dilakukan 10 remaja di Kecamatan Kota Maba beberapa waktu lalu, kini sudah masuk sekolah.

Itu disampaikan Kepala Dinas Keluarga Berencana (KB) Perlindungan Perempuan dan Anak (KBPPA) Halmahera Timur (Haltim), Amin Ambeua via telpon saat dikonfirmasi Haliyora, pada Rabu (10/03/2021).

“Korban saat ini ikut ibunya ke Ternate dan mulai masuk sekolah di sana,” terang Amin

Dikatakan, Dinas KBPPA Haltim bertanggungjawab melakukan pendampingan sosial dan phsikologi terhadap korban. Namun karena saat ini korban sudah berada di Ternate, maka Dinas KBPPA Provinsi Malut mengambil alih tanggungjawab itu.

“Karena saat ini korban sudah berada di Ternate makanya pendampingan dilakukan oleh teman-teman pendamping provinsi. Untuk menangani psikologi korban maka ditangani phsikiater di Ternate. Alhamdulillah sekarang korban sudah masuk sekolah,” katanya.

BACA JUGA  Sultan Tidore Bocorkan Kriteria Sosok Pendampingnya ke Pilgub Malut

Kata Amin, bukan hanya korban yang mendapat pendampingan, tujuh pelaku yang masih di bawah umur pun juga mendapat pendampingan hukum dalm proses penyelidikan kasus mereka di kepolisian.

Kepala Dinas Keluarga Berencana (KB) Perlindungan Perempuan dan Anak (KBPPA) Halmahera Timur (Haltim), Amin Ambeua

“Kita memang fokus melakukan pendampingan kepada korban, namun kita juga tidak mengabaikan pendampingan hukum terhadap pelaku yang di bawah umur dalam proses penyelidikan kepolisian,” ungkap Amin.

Sementara, tambah Amin, menyikapi maraknya kasus pencabulan dan persetubuhan anak di kabupaten Haltim, dirinya meminta semua pihak agar terlibat langsung dalam upaya mencegah kejahatan seksual tersebut.

“Memang kasus pencabulan dan persetubuhan yang melibatkan anak di bawah umur agak meningkat di Haltim. Makanya sesuai amanat undang-undang, semua pihak berkewajiban untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar kasus seperti ini bisa diminimalisir,” ungkapnya.

BACA JUGA  Aksi Pencabulan Bocah 7 Tahun Viral di Medsos, Polisi Buru Pelaku

Disebutkan,  data statistik menunjukan kasus pencabulan dan persetubuhan anak cenderung meningkat pada masa pandemi. Ironisnya banyak melibatkan orang-orang terdekat.

“Ini mungkin karena orang orang banyak beraktifitas di rumah, sehingga melibatkan orang-orang dekat. Untuk itu dalam setiap kesempatan harus terus melakukan edukasi terkait batasan pergaulan antara anak dan keluarga dekat, karena kasus tersebut cenderung menyasar orang-orang dekat,” pungkas Amin.

Untuk diketahui, sebelumnya HT gadis 13 tahun dilaporkan telah disetubuhi 10 remaja, diantara pelaku terdapat anak di bawah umur. Kasus tersebut sementara diselidiki aparat kepolisian Haltim. (RH-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah