Ratusan Knalpot Racing Dimusnahkan Polres Ternate

Sebanyak 504 knalpot racing hasil penindakan pelanggaran lalu lintas dimusnahkan di halaman Polres Ternate

Ternate, Haliyora

Sebanyak 504 knalpot racing hasil penindakan pelanggaran lalu lintas dimusnahkan di halaman Polres Ternate. Pemusnahan barang bukti dengan menggunakan alat pemotong besi, Selasa (16/02/2021).

Bacaan Lainnya

Pemusnahan Barang Bukti tersebut dipimpin langsung Kapolres Ternate, AKBP Aditiya Laksimada.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres mengatakan sebanyak 504 knalpot racing kendaraan roda dua yang dimusnahkan merupakan barang bukti sitaan dari sejumlah kendaraan terjaring razia yang dilaksanakan sejak awal Januari 2020 sampai Januari 2021.

Kapolres menyebut, dengan total pelanggaran sebanyak 504 itu jika dibandingkan  jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor di Ternate setiap tahun hampir seimbang. “Ini sangat menkhawatirkan,” ujar Kapolres.

Dijelaskannya, dari jumlah kasus pelanggaran yang berujung tilang, berkasnya sudah disidangkan dan memiliki kepastian hukum.

“Jadi kalau Barang Bukti itu kita tidak musnahkan, maka 504 knalpot racing itu hari ini beredar di jalan-jalan. Coba Anda bayangan kota sekecil Ternate ini akan bisingnya luar biasa. Tentu sangat mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama pada waktu istirahat di malam hari,” tutur Kapolres.

Kapolres juga yakin masih banyak knalpot racing yang belum tersentuh karena keterbatasan petugas dalam melakukan razia.

“Saya harap masyarakat tidak menggunakan lagi knalpot racing, baik untuk kendaraan roda dua (R2) maupun Roda empat (R4). Kita harus sadar sendiri, jangan tunggu ditilang baru pake knalpot standar,” imbuhnya.

Kepada anggota Polri, khususnya di jajaran Polres Ternate, Aditiya Laksimada menghimbau untuk memberikan contoh. “Saya perintahkan Propam, kalau ada anggota yang kedapatan pake knalpot racing supaya ditindak tegas,” tandasnya.

Sementara, Kasatlantas Polres Ternate AKP Sutiaji Nor Atmojo  dalam kesempatan itu menyebut ada beberapa komunitas yang sering pakai knalpot racing seperti komunitas CB dan  Suzuki.

“Itu kita tilang dan ambil motornya, sudah kesepakatan jika terulang lagi kita ambil motor dan musnahkan knalpotnya,” ujar Sutiaji.

Komunitas motor tersebut kata Sutaji, merasa gengsinya turun kalau tidak pakai knalpot racing.

“Makanya saya masuk dalam grup-grup komunitas motor dan menghimbau agar tidak pakai knalpot racing harus pakai knalpot standar.

Ia menyebut, kebanyakan pelanggaran knalpon racing itu masih berstatus siswa dan juga para remaja. ”Kebanyakan pake motor dengan knalpot racing itu siswa dan remaja, dan kita razia pada jam 23.00 malam sampai jam 02,00 dini hari,” tutupnya. (Jae-1)

Pos terkait