Bahas PEN, Bappeda Malut Undang OPD Terkait

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku Utara, Salmin Janidi

Sofifi, Haliyora

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku Utara menginisiasi rapat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor ekonomi untuk membahas pemulihan ekonomi nasional di daerah.

Bacaan Lainnya

OPD tersebut diantaranya Dinas Perhubungan, ESDM, Pariwisata dan Pertanian.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku Utara, Salmin Janidi di ruang kerjanya, Senin 8 Februari 2021.

Kata Salmin, akibat pandemi covid-19, Pemerintah Pusat menyiapkan fasilitas berupa Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 10 triliun untuk seluruh daerah.

Katanya lagi, dana tersebut bisa diakses dengan model pinjaman tetapi bunga nol persen.

“Pemerintah Pusat dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menyediakan anggaran Rp 10 triliun untuk Pemerintah Daerah seluruh Indonesia. Dana itu berupa pinjaman untuk pemulihan ekonomi di daerah dengan bunga 0%,” jelasnya.

Namun kata Salmin, ia belum bisa memastikan apakah Pemerintah Provinsi Malut akan memanfaatkan dana pinjaman PEN atau tidak. Sebab, pada tahun lalu (2020), Pemprov Malut telah melakukan pinjaman ke PT. SMI senilai Rp 400 miliar lebih.

“Samua nanti tergantung komunikasi Pak gubernur dengan pihak kementerian keuangan, karena itu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi,” kata Salmin.

Sektor ekonomi lanjut Salmin, merupakan multi sektor yang mendapat prioritas penanganan dari pemerintah pusat.

“Di dalam sektor ekonomi itu sub sektornya banyak, ada sektor pertanian, sektor jasa dan perdagangan, sektor perhubungan atau transportasi dan sektor Pariwisata, itu semua diperhatikan oleh Pemerintah,” tuturnya

Namun, karena pertumbuhan ekonomi Malut saat pandemi Covid-19 diangka 4,9%, sehingga tidak terlalu terpengaruh. Meski begitu ucap Salmin, akselerasi pembangunan harus berjalan, terutama penyiapan infrastruktur,

“kegiatan ekonomi yang didukung dengan infrastruktur memadai, masyarakat akan mudah melakukan kegiatan yang berdampak pada peningkatan ekonomi mereka,” imbuh Salmin. (Sam-dr)

Pos terkait