Menanti Aksi Maman Bongkar “Moro” Dalam Lapas

Ternate, Haliyora

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara kembali menciduk tiga pelaku pengedar narkoba pada Selasa kemarin, (02/02/2021). Dari pengembangannya, terungkap bahwa barang haram tersebut berasal dari warga binaan (napi) Lapas kelas IIA Ternate.

Ditelusuri lebih jauh, ternyata jaringan narkoba Lapas Kelas IIA ini terhubung dengan sesama jaringan di daerah Sumatera Utara (Medan). Juga warga binaan di sana.

Terungkapnya jaringan peredaran narkoba yang berasal dari dalam lapas bukan baru kali ini saja. Nyaris dalam setiap penangkapan peredaran narkoba di Maluku Utara, sumbernya dari dalam lapas kelas IIA Ternate.

Entah rasa muak atau gerah, tepatnya pada Senin (01/02/2021), Penyidik Satresnarkoba Polres Ternate memanggil Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas)  kelas IIA Ternate, Maman Hermawan. Pemanggilan ini didasari alasan bahwa para kurir narkoba yang ditangkap mengaku barang haram yang diedarkan itu berasal dari lapas kelas IIA Ternate.

“Pemanggilan Kalapas kelas IIA itu terkait seringnya pengakuan para kurir pengedar narkoba mengarah ke lapas kelas IIA,” ungkap Kasat Resnarkoba Polres Ternate, AKP Bahrun Hi. Syahban.

Kalapas kelas IIA Ternate Maman Hermawan membantah, di lapas tidak ada narkoba, yang tau narkoba ada di lapas itu kan Polisi, bukan kami di lapas. “Saya pastikan di lapas tidak ada narkoba,” tegas Maman percaya diri.

BACA JUGA  Januari-Juni 2020, ResNarkoba Polres Ternate Ringkus 27 Tersangka pada 32 Kasus Narkoba

Pernyataan Maman ada benarnya juga. Memang tidak ada narkoba di lapas, karena yang ada di lapas itu otak pengedarnya (bos) jaringan narkoba, bukan barangnya, itu fakta.

Sikap kepolisian yang ingin mengetahui bagaimana ceritanya sehingga pengedaran barang haram itu dikendalikan dari dalam lapak oleh warga binaan adalah sebuah langkah maju dalam pemberantasan narkoba.

Haliyora dalam beberapa waktu lalu juga mencoba menelusuri ke lapas terkait peredaran barang haram ini. Akan tetapi seakan ada tembok besar yang menghadang.

Hingga saat ini masih menjadi teka-teki dan tanya tanya, bagaimana barang tersebut dimainkan dari dalam lapas dengan leluasa ???.

Sementara siapapun yang berkunjung ke lapas harus melalui pemeriksaan ketat terhadap barang bawaannya. Bahkan HP dan berbagai barang mencurigakan pun harus ditinggalkan di loket penjagaan.

Lebih aneh lagi, sebagaimana pengakuan bos pengedar narkoba jaringan lapas kepada BNNP Malut, bahwa dalam menjalankan aktifitas pengedaran, ia melakukan komunikasi dengan kurir maupun mitra kerjanya antar provinsi melalui saluran HP android.

Pertanyaannya adalah, mengapa warga binaan bebas menggunakan HP android dalam Lapas tanpa ketahuan petugas, ?  sedangkan pengunjung saja tidak dibolehkan membawa masuk alat komunikasi saat berkunjung.

Lalu sistim pengaman model apa yang diterapkan di Lapas itu sehingga jaringan pengedar narkoba dengan leluasa bermain, bahkan menelpon koleganya di Sumatra sana ?

BACA JUGA  Polres Ternate Limpahkan Berkas Tersangka Kasus Narkotika ke Kejari 

Mungkinkah bos jaringan narkoba Lapas kelas IIA Ternate adalah sejenis Moro (mahluk halus) sehingga tidak terdeteksi oleh sistim pengamanan di lapas ? 

Pemanggilan Kalapas oleh penyidik resnarkoba berefek, Maman langsung beraksi. Maman memimpin langsung penggeledahan di sejumlah kamar napi, dua buah hp berhasil diamankan dari dalam bilik kamar 01 dan 02.

Tak hanya itu, dirinya sendiri mendapati ada upaya penyelundupan narkoba jenis ganja di lapasnya oleh orang tak dikenal. Modusnya melempar barang haram itu dari luar ke dalam salah satu blok di lapas, yang menurut Maman, modus seperti itu dilakukan agar tidak diketahui pihak keamanan dan tidak terdeteksi sistim keamanan.

Lagi-lagi pertanyaan muncul, siapa yang sengaja memasukkan alat komunikasi canggih itu dan bagaimana caranya ?, ini tantangan untuk Maman membongkar mafia narkoba yang bersarang di dalam lapas dengan aman dan nyaman.

Tugas polisi mengungkap kasus peredaran narkoba di Maluku Utara, tugas Kalapas membongkar sarang mafia narkoba di dalam lapas termasuk bagaimana hp bisa leluasa dimiliki para napi.

Setidaknya, publik mulai terhibur dengan aksi Maman akhir-akhir ini. Publik tetap menanti aksi-aksi Maman selanjutnya.

Say no to Drugs. (Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah