Halsel, Haliyora
Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Sagaf Hi. Taha meminta Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera memetakkan sejumlah desa yang masuk zona merah Covid-19 agar diketahui dengan jales desa-desa mana saja.
Sagaf juga meminta kedua dinas itu menyurat kepada desa yang bersangkutan untuk segera menghentikan proses belajar mengajar tatap muka
Sebelumnya baik dinas kesehatan maupun dinas pendidikan dan kebudayaan setempat mengatakan ada 41 dari 249 desa di Halsel ditetapkan sebagai zona merah Covid-19, namun tidak menyebut desa-desa mana saja.
“Kami prihatin dengan kondisi pendidikan di Halmahera Selatan yang belum berjalan normal. Tapi demi mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas, maka kami meminta dinas terkait segera memetakkan desa-desa yang disebut zona merah itu serta menyurat ke satuan pendidikan setempat menghentikan proses belajar mengajar tatap muka,” ujar Sagaf, Senin (25/01/2021).
Dengan memberhentikan aktifitas belajar tatap muka di 41 desa ini perlu menjadi perhatian serius Dikbud dalam menyiapkan langkah alternatif agar kegiatan pendidikan pada satuan pendidikan SD dan SMP di Halsel tetap berjalan.
Untuk itu, lanjut Sagaf, komisi I akan berkoordinasi dengan mitra kerjanya agar mencari solusi mengatasi masalah belajar mengajar di desa-desa yang ditetapkan sebagai zona merah serta di Halsel pada umumnya.
“Kami juga akan koordinasikan dengan pihak dinas kesehatan dan dinas pendidikan untuk melakukan langkah penanganan dan pencegahan Covid-19, terutama di sekolah,” ujar Sagaf
Sagaf berharap Dinkes Halsel selalu mengupdate kasus positif Covid19, sehingga menjadi langkah ikhtiar masyarakat Halsel .
“Satgas Covid-19 Halsel juga harus lebih maksimal mengawal aktifitas masyarakat sehingga dapat meminimalisir angka kenaikan Covid-19 di Halsel,” pinta Sagaf. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!