Ini Dua Alasan Gubernur AGK Tak Lagi Disuntik Vaksin Corona

Sofifi, Haliyora

Gubernur Provinsi Maluku Utara Abdul Gani Kasuba mengintruksikan kepada seluruh pejabat pemprov untuk melakukan vaksinasi atau disuntik vaksin Covid-19 jika izin dari BPOM sudah keluar.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (12/1/2021).

“Kalu izin dari BPOM sudah keluar, maka semua Pimpinan SKPD harus divaksin duluan. Kalau Presiden mengatakan dia yang memulai, maka seluruh Gubernur dan seluruh pejabat terutama bupati/walikota juga harus disuntik lebih dulu untuk memberi contoh,” ujar gubernur.

Lanjut Gubernur, ketentuan vaksinasi juga ada batas usia yakni usia 18-59 tahun yang boleh disuntikkan vaksin tersebut.

“Ketentuannya yang disuntik vaksin itu usia 18-59 tahun, jadi saya tidak disuntik lagi. Itu bukan karena saya menghindar tapi memang sesuai ketentuan batas usia. Usia saya kan sudah lewat 59 tahun, bahkan mantan positif Covid-19, jadi saya tidak disuntik lagi,” ucapnya

Dia menuturkan, meski dirinya tidak divaksin, namun dirinya mendukung program vaksinasi demi kebaikan dan kemaslahatan masyarakat. “Jika ini adalah sebuah kebaikan, maka saya akan mendukung,”ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan agar berhati-hati kalau keberadaan vaksin Sinovac dan keampuhannya masih simpang siur.

“Kalau masih simpang siur sebaiknya berhati-hati juga, tetapi kemarin saya juga mendengar Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak permasalahan hal ini, dan MUI juga mengatakan bahwa vaksin ini halal, begitu pula dari BOPM. Jadi aman,” jelasnya.

Lanjut AGK (biasa disapa), sekarang ini harus terus melakukan sosialisasi supaya jangan terjadi simpang siur informasi, dan tidak boleh memaksakan kepada orang untuk divaksin.

“Jadi intinya, kalau pimpinan dan pejabat daerah, pihak rumah sakit dan tenaga medis lainnya di puskesmas sudah divaksin dan terbukti aman, maka otomatis masyarakat akan mengikuti,” pungkasnya. ( Sam-1)

Pos terkait