Halsel, Haliyora
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 30 Kecamatan Halmahera Selatan mengeluhkan pengurangan jenis sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Halmahera Selatan yang disalurkan Suplayer.
Hal tersebut terungkap setelah penyaluran BPNT terakhir Tahun 2020 pada Desember berupa beras 25 Kg, kacang hijau 1 Kg dan telur 10 butir. Namun telur dikurangi jumlahnya dan hanya menerima delapan butir.
”Telur dikurangi, seharusnya 10 butir tapi dong berikan cuma delapan butir,” ungkap beberapa KPM yang tidak bersedia menyebut namanya,” Senin (11/01/2021)
Pengurangan jenis bantuan sembako tersebut dibenarkan pendamping BPNT Kecamatan Pulau Makian, Umra Mesir. Katanya, penyaluran bantuan BPNT di 15 Desa Kecamatan Pulau Makian dengan jumlah KPM sebanyak 204 ada pengurangan jumlah telur.
“Butul, KPM mengeluhkan ke saya bahwa telur dikurangi. Tapi saya tidak tau apa alasan pengurangan itu, nanti tanya kepada penyalur,” kata Umar.
Sementara, ketika dikonfirmasi Haliyora, pada Senin (11/01/2021) terkait keluhan KMP tersebut, supplier sembako CV. Akbar Farai, Hi Faruk Alkatiri juga membenarkan pengurangan jumlah telur tersebut.
“Benar waktu itu kebutulan harga telur naik per butir Rp 3.000 sehingga kita kurangi. Sebab kalau tidak maka akan tidak cukup untuk 3.000 KPM,” jelasnya.
Terpisah, Kabid PFM Dinsos Halsel, M. Zaki Wahab saat dikonfirmasi Haliyora via whatshapp, Sabtu (09/01/2021) mengatakan tidak menghafal jumlah KPM, namun diperkirakan sekitar empat ribuan lebih.
“Jumlah KPM penerima bantuan BPNT tidak hafal, namun data KPM Halsel di angka 4 ribu lebih, kalo lia data boleh, ujarnya singkat. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!