Sofifi, Haliyora
Vaksin Covid-19 telah tiba di Provinsi Maluku Utara sebanyak lima boks pada Selasa 4 Januari 2021 melalui bandara Sultan Babullah, dan dijemput oleh aparat keamanan.
Vaksin tersebut kini tersimpan di gudang penyimpanan. Tiga boks disimpan di Malaria Center Kelyrahan Tanah Tinggi Ternate dan akan didistribusikan ke 10 kabupaten kota, sedangkan dua boks sisanya disimpan di Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.
Meski sudah tiba di Maluku Utara, Ketua DPRD Malut Kuntu Daud mengaku belum mengetahuinya.
”Sampai hari ini saya belum tau vaksin sudah ditempatkan di mana, karena saya belum di beritahu oleh Kadis Kesehatan Provinsi,” ungkap Kuntu, saat dikonfirmasi Haliyora via telepon, Selasa (05/01/2021).
Menurut dia, seharusnya DPRD diberitahu kedatangan vaksin itu, kemudian penyalurannya diprioritaskan ke daerah mana.
”Seharusnya kita diberitahu vaksin itu sudah ada dan daerah atau tempat-tempat mana yang jadi prioritas penyalurannya,” ujar Kuntu.
Ketika ditanya kesiapaannya untuk melakukan vaksinasi (suntikan vaksin), Kuntu mengatakan dirinya tidak divaksin lagi karena dirinya adalah mantan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
”Kalau saya sudah tidak lagi divaksin, karena saya eks Covid-19, jadi kita yang sudah alumni Covid-19 sudah tidak bisa lagi di berikan vaksin,” tandasnya.
Kuntu juga mengaku belum tau jika seluruh anggota DPRD harus divaksin. ”Soal semua anggota DPRD harus divaksin, saya belum tau”cetusnya.
Kata dia, untuk menjadi contoh, maka sebaiknya yang divaksin duluan adalah Gubernur, Bupati dan Walikota serta tenaga kesehatan dan pihak rumah sakit, barulah diikuti masyarakat.
”Kalau bisa untuk memberikan contoh, maka gubernur, bupati dan wailkota, tenaga medis dan pihak rumah sakit yang duluan divaksin kemudian diikuti masyarakat lain,” pungkasnya. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!