Kadernya Dianiaya, PDIP Malut Kecam Oknum Perwira Polisi, Minta Kapolda Tindak Tegas

Ternate, Haliyora

Desakan kepada Kapolda Maluku Utara untuk memecat dan proses hukum oknum perwira polisi berinisial AH terus berdatangan. Kali ini desakan keras datang dari DPD PDI-P Malut.

Bacaan Lainnya

Ketua Bapilu DPD PDI-P Malut, Irfan Hasanuddin mengatakan PDIP mengutuk keras tindakan Kompol AH yang menganiaya Khaterina Febian Tjan. Korban juga adalah salah satu pengurus partai banteng.

“Polisi seharusnya menjadi contoh yang baik sebagai pengayom rakyat,” kata Irfan Hasanudin, Senin (28/12/2020).

Menurut Irfan, tindakan Kompol AH ini selain melakukan tindakan melawan hukum juga mencoreng nama baik kepolisian.

“Korban Khaterina Febian Tjan juga merupakan wakil ketua bidang kesehatan, perempuan dan anak  DPD PDIP Malut. Atas kejadian ini, kami meminta Kapolda Malut untuk serius menangani hal ini, dan kami berharap ke depan kejadian seperti ini tidak terulang kembali” tandasnya.

Sekadar diketahui, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada pukul 01.00 WIT. di Rumah pelaku Kelurahan Moya Sabtu dini hari, Minggu (27/12/2020).

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat penanganan medis. Setelah berada di RS oleh pelaku mengaku bahwa korban jatuh dari motor. Pelaku berusaha memberikan keterangan palsu ke pihak RS Bhayangkara.

Sebelum dilarikan ke RS, korban sempat disekap pelaku dalam rumah. Begitulah pengakuan korban saat berbincang dengan wartawan Haliyora.id di Rumah Sakit Islam Ternate.

“Dia mau kasih ilang barang bukti darah tapi saya bilang biar kasih ilang itu dara tapi muka saya ini menjadi barang bukti, saat itu korban menganakan baju trening pelaku, saya pake dia punya baju terning”ujar Khaterin.

Kronologinya, pada Jumat Sore Pukul 15 : 30 WIT. korban saat berada di rumah temannya di Belakang Benteng, Kelurahan Santiong, pelaku hendak menjemput korban namun pada saat itu korban beralasan berada di rumah temannya. Ajakan itupun sempat ditolak oleh korban karena akan segera mengikuti acara ulang tahun salah satu temannya.

“Dia WhatsApp ke saya, saya bilang saya ada di rumahnya sari pelakunya ngotot mau jemput saya bilang saya bawah motor pelaku bilang bawah motor sudah nanti tong sama-sama dengan oto jadi sore itu saya ke rumah pelaku di Moya,” kata Khaterin

Menurut pengakuan korban, dirinya mendapat pukulan  tepat di wajah sebanyak enam kali,  juga dihantam dibagian kepala sebanyak empat kali, selain itu pukulan juga kembali mendarat di wajah sebanyak tujuh kali hingga muka korban babak belur. Itu terjadi di malam hari.

Korban juga mengungkapkan, peristiwa kekerasan terhadap dirinya sudah berulang kali dilakukan oleh pelaku. Namun kekerasan kali ini terbilang parah.

“Kejadian ini bukan baru pertama tapi so ulang ulang kali AH bikin ke saya,” tandasnya. (Jae-3)

Pos terkait