Ternate, Haliyora
Beberapa dinas di Kota Ternate yang mendapat tanggungjawab mengelola Dana Intensif Derah (DID) dari Pemerintah Pusat sudah mulai dicairkan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan misalnya, sudah 70 persen atau sekiitar Rp 4 miliar telah cair dari kas daerah. Dinas Perindag sendiri mengelola DID total Rp 5,8 miliar.
“DID yang sudah cair di dinas Disperindag sudah 70 persen atau sekitar Rp 4 miliar, sesuai pengajuan permintaan,” kata kepala Disperindag Kota Ternate Hasyim Yusuf kepada Haliyora, Rabu (24/12/2020).
Terkait pendistribusian bantuan, Hasyim mengarahkan Haliyora untuk menkonfirmasi ke kabid Perdagangan dan kasi Sarana Industri.
“Kalau kapan pendistribusian, tanyakan langsung ke kabid perdaganagan dan kasi Sarana Industri,” ujarnya.
Terpisah, saat dikonfirmas Haliyora, Kabid Perdagangan, Muhlis Djumadil mengatakan, total DID untuk dinas Perindag Rp 5,8 miliar. Jumlah itu dibagi dua bidang yakni bidang perindustrian 50 persen dan bidang perdagangan 50 persen. “Jadi masing-masing dapat Rp 2,9 miliiar,” terang Muhlis.
Muhlis menyebut, bantuan untuk bidang perdagangan itu akan dibagikan kepada pelaku usaha kecil seperti penjual ikan, kemudian pengadaan koolbooks, friser dan lain-lain. Selain itu diberikan juga kepada penjual daging, dan ada juga bantuan dalam bentuk timbangan pegal diperuntukan bagi pedagang buah,” jelasnya.
“Bantuan berbentuk sembako juga ada seperti gula pasir, beras dan minyak goreng bagi pelaku usaha kecil, dan ada juga bantuan ikan basa dan ikan kering sebanyak 64 orang. “Jadi total penerima bantuan sebanyak 165 orang, sedangkan bantuan yang dihendel oleh pihak ketiga masih dalam proses,” jelasnya.
Sementara, Kepala Seksi Sarana dan Industri Talha Husen, saat dihubungi Haliyora mengatakan, di bidang perindustrian sudah dijalankan tiga program, yakni kegiatan olahan baku untuk untuk pangan dalam dua kategori yaitu olahan ikan dan kue. “Dan itu sudah disalurkan kepada 66 penerima bantuan.
Program lainnya, sambung Talha adalah pengembangan prodak yang sudah disalurkan kepada 75 pelaku usaha. “Sedangkan program pengadaan bahan batu bata pres sementara dalam proses penyaluran kepada 32 penerima. Total yang mendapatkan bantuan dari bidang perindustrian sebanyak 173 pelaku usaha.
“Kami targetkan semua program bantuan itu sudah harus selesai akhir tahun 2020, paling lambat di Januari 2021,” pungkasnya. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!