Palang Jalan, Sekda Halsel Perintahkan Bayar

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Helmi Surya Botutihe

Halsel, Haliyora

Aksi palang jalan oleh pemilik lahan atas nama Rikiye Raimon Klavert lantaran lahannya dibangun jalan tanpa ganti rugi mulai mendapat perhatian pemda Halmahera Selatan.

Bacaan Lainnya

Tanggapan positif disampaikan Sekda  Halsel Helmi Surya Botutihe dengan memerintahkan Kabid Asset BPKAD Halsel, Itosea Lajame untuk segera membayar lahan Rikiye.

Hal itu disampaikan Sekda saat dikonfirmasi Haliyora, Kamis (19/11/2020) kemarin di kantornya.

“Saya minta  Kabid Asset agar secepatnya membayar ganti rugi lahan warga itu, Sebab aksi penutupan jalan itu sangat mengganggu dan menghambat pengguna jalan. Lagi pula itu kan jalan raya, jelas sangat menggagu aktifitas masyarakat,” tandas Helmi saat dikonfirmasi.

“Pokonya saya sudah sampaikan, jadi secepatnya harus dibayar, dan  pembayaran itu lewat Dinas Keuangan (DPKAD), jangan biarkan warga palang jalan lama-lama nanti menganggu dan menghambat aktifitas masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya aksi tutup jalan dilakukan oleh Rikiye Raimon Klavert selama dua hari, 4-5 November, dan dilanjutkan pada Tanggal 17 November sampai sekarang  belum dibuka. Rikiye mengancam akan memalang jalan hingga selesai pilkada atau sampai pemda membayar ganti rugi lahannya.

Terpisah, Kabid Asset Itosea Lajame, saat diwawancarai Haliyora, Kamis (05/11), di ruang kerjanya dua pekan lalu mengakui, bahwa dokumen laporan masyarakat pemilik lahan itu belum dibayar Pemda Halsel akibat pandemi Covid-19.

Menurut  Itosea, anggaran pembebasan lahan dialihkan untuk penanganan covid-19 sehingga tahun ini belum sempat membayar lahan. 

“Karena pandemic Covid-19 jadi anggaran pembebasan lahan sudah dipangkas habis, insya Allah 2021 bakal bayar lahan warga itu,” dalihnya.

Itosea menyebutkan, status pemilik lahan ada dua pihak yakni keluarga Van Yoos sebagai pihak pertama dan pihak kedua yakni Rikiye Raimon Klavert dengan luas lahan 8 x 60 meter.

Dengan lus lahan itu, sambung Itosea, maka sesuai nilai jual objek pajak (NJOP) berdasarkan zona, maka ditaksir permeter Rp 160-170 ribu per meter. “ jadi berkisar Rp 70-80 juta lebih yang harus dibayar Pemda Halsel,” terangnya.

“prinsipnya, pemerintah tetap akan membayar ganti rugi lahan itu. Jadi saya harap pemilik lahan segera membuka jalan yang diblokirnya agar tidak mengganggu aktifitas mayarakat,” imbuh Itosea.

Sebelumnya aksi tutup jalan dilakukan oleh Rikiye Raimon Klavert selama dua hari 4-5 November dan dilanjutkan pada Tanggal 17 November sampai sekarang  belum dibuka. (Asbar-1)

Pos terkait