Halsel, Haliyora
Maraknya bisnis esek-esek memang cukup menggiurkan. Berbagai ragam motivasi, sejumlah wanita terpaksa menggeluti aktifitas pemuas nafsu lelaki hidung belang. Hal ini pun terjadi di pusat ibukota Kabupaten Halmahera Selatan, Labuha.
Seperti kisah ML (37), bukan asal Maluku Utara, dengan dua anaknya yang telah berpisah dengan suaminya (pisah hidup) tiga tahun lalu.
Kepada Haliyora, ML menceritakan kisah hidupnya. Katanya, setelah berpisah dengan suaminya pada tahun 2017 lalu, ia kebingungan mencari pekerjaan untuk menafkahi dirinya dan kedua buah hatinya yang mulai tumbuh dewasa.
Sulitnya mendapat pekerjaan di tempat asalnya, ML memutuskan untuk mencari keberuntungan di Maluku Utara. Sampai di Kota ternate, ia menuju ke Bacan, kabupaten Halmahera Selatan.
Selama berbulan-bulan tak kunjung mendapatkan pekerjaan di kota Labuha, sementara tuntutan biaya hidup dan sekolah kedua anaknya terus bertambah. Akhirnya ia memutuskan untuk terjun ke dunia malam menjalani profesi sebagai wanita penghibur (PSK).
“Hanya pekerjaan itu yang memungkinkan dan terpaksa saya lakukan demi biayai sekolah anak-anak saya, juga kebutuhan saya di sini, bang,” tutur ML kepada Haliyora, Selasa (17/11/2020) malam usai dirinya berbelanja di sebuah toko samping tempat ia menginap.
Kata ML, anak tertuanya kini berusia 18 tahun duduk di bangku SMA kelas X, sedangkan anak kedua kelas V SD.
ML mengungkapkan tarif layanan esek-esek yang digelutinya dengan terpaksa itu lumayan untuk menyambung kebutuhan hidup dan anak-anaknya.
“Kalau saya pertamu antara Rp 150-200 ribu per tamu per jam. Semalam kadang saya layani 4-5 tamu. Jadi semalam bisa saya dapat Rp 750-800 ribu, tapi kalau sepi paling saya dapat Rp 500.000 per malam. Jadi biasanya dalam sebulan saya harus bayar uang kost, sisanya sebagian saya kirim ke anak dan biaya hidup saya di sini,” cerita ML.
Ketika ditanya apakah ia menyesali pekerjaaan yang digeluti saat ini, ML menjawab.
”Dalam lubuk hati paling dalam dirinya sebetulnya tidak berkeinginan menjalani profesi ini, sangat beresiko dan melelahkan secara fisik maupun mental, “tapi mau gimana lagi, bang, demi masa depan anak-anak saya, mau tidak mau, suka tidak suka harus saya jalani kehidupan yang keras ini,” tuturnya sendu.
ML berharap, semoga disisa waktunya, Tuhan bisa memberikan jalan hidup yang terbaik buat dirinya dan anak-anaknya, “mudah-mudahan Tuhan bisa berikan jalan hidup yang lebih baik, itu harapan saya ke depan,” tutup ML. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!