Ketua NU jadi Ketua Panitia Sinode, ISNU : Contoh Keberagaman yang Baik

Morotai, Haliyora

Kesediaan Ketua NU Morotai Hi. Din menjadi Ketua Panitia Sinode (Sidang Gereja) ke 29 mendapat tanggapan positif dari  Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Teroris (FKPT) Maluku Utara Dr.Mochtar Adam.

Menurut dia, Ketua NU Morotai menunjukan etos keberagaman yang baik, bahwa sebagai ketua NU menjadi ketua panitia sinode adalah bentuk dari semangat ‘Babari’ yang tumbuh dalam hubungan keberagaman sesama warga Maluku Utara.

“Ini contoh yang baik dalam konteks kebersamaan dalam perbedaan. Hidup ini yg membuat indah karena perbedaan, saling menghormati perbedaan menjadi penting, saling mendukung walau beda itu sangat baik,”  Mochtar yang juga ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Malut itu, Sabtu (10/11/2020) via WhatsApp.

BACA JUGA  Pemprov Audit Investigasi Proyek LPT Dikbud Maluku Utara

Kata akademisi Unkhair yang bisa disapa Ota itu, menjadi ketua panitia sinode tak beda dengan seorang bupati non muslim memimpin warga muslim.

“Menjadi ketua panitia sinode apa bedanya dengan seorang Bupati non-Muslim memimpin warga muslim. Apakah harus di pertentangkan? Apalagi cuma ketua panitia,” ujarnya mencontohkan.

Menurutnya, pembelajaran keberagaman yang dicontohkan oleh ketua NU Morotai sesungguhnya bukan hal baru dalam kultur masyarakat Malut di bawah kesultanan Ternate dan NU.

Ketua NU Morotai  menerima tawaran sebagai ketua panitia, lanjut Ota, adalah bentuk pembelajaran toleransi yang hakiki, yang tidak bersentuhan dengan ritual keagamaan.

BACA JUGA  Disebut Minta Dinkes Ternate Kembalikan Uang Pungutan Pemusnahan Limbah Medis, Rizal Pilih Bungkam

“Ini baik bagi keberlanjutan pendidikan multikultural yang makin redup dalam semangat kebangsaan kita saat ini,” imbuhnya.

Ota menambahkan, pembelajaran ini mesti terus dipelihara. Menurut dia akan lebih bagus kalau bupati Pulau Morotai atau  ketua Sinode ditunjuk Gubernur Malut menjadi ketua panitia STQ tahun depan.

“Tahun depan ada pelaksanaan STQ Nasional di Maluku Utara yang dipusatkan di Sofifi. Menurut saya akan sangat baik jika Gubernur Menunjuk Bupati Morotai atau Halut bahkan ketua Sinode sebagai ketua Panitia pelaksanaan STQ Nasional. Itu malah  makin memperkuat rasa kebangsaan dalam keberagaman kita,”pungkasnya. (Tir-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah