Bobong, Haliyora
Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu nomor urut 01, Muhaimin Syarif-Syafruddin Mohalisi (MS-SM) menghimbau Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Kepala desa se-Kabupaten Pulau Taliabu untuk tidak melakukan penekanan kepada warga apalagi hingga mengintimidasi warga hanya karena kepentingan sesaat.
Seperti disampaikan calon wakil bupati Pulau Taliabu Safrudin Mohalisis (SM), bahwa dalam berdemokrasi, warga harus bebas tanpa tekanan dari pihak manapun dalam menyalurkan hak politiknya.
“Biarkan masyarakat secara bebas menentukan pilihan-pilihan politiknya dalam pilkada ini. Jangan main tekan bahkan mengintimidasi warga untuk kepentingan politik sesaat,”tandas Safrudin, Selasa (13/10/2020) saat ditemui Haliyora di kediamannya.
Menurut calon wakil bupati Taliabu tersebut, warga Taliabu sudah tau dan faham siapa yang berjuang untuk kepentingan rakyat dan pihak mana yang berjuang hanya mengatasnamakan rakyat untuk kepentingan pihak tertentu. Sebab rakyat punya ukuran tersendiri dalam menentukan pilihannya.
“Jadi mestinya kita sadari terhadap apa yang selama ini kita lakukan untuk rakyat. Jangan-jangan selama ini kita hanya berbuat untuk kepentingan sendiri tapi mengatasnamakan kepentingan rakyat,”ujarnya.
Safrudin mengaku, ia dan calon bupati Muhaimin Syarif sangat jelas ingin mengabdi kepada masyrakat Taliabu melalui sejumlah program yang ditawarkan.
Katanya, niat mengabdi untuk semua elemen masyarakat sangat jelas dalam Jargon MS-SM yakni ‘Taliabu Untuk Semua’. Jargon tersebut kemudian tertuang dalam program ragam diantaranya ‘Kartu Taliabu Untuk Semua’.
Bukan hanya itu, Kata Safrudin, paslon MS-SM juga menyiapkan peningkatan kesejahteraan terhadap ASN, PTT, Pegawai Kontrak serta BPD dan aparat desa sesuai ketentuan dan peraturan pemerintah.
“Jadi ASN dan Aparat Desa jangan takut ancaman dan intimidasi warga sampai warga tidak nyaman hidup dikampungnya sendiri. Kami juga tau dan sangat memahami kekhawatiran anda, makanya Paslon MS-SM sudah bahas tuntas program kesejahteraan ASN dan aparat desa disesuaikan regulasi. Jadi kalian biarkan saja warga memilih berdasarkan keinginan mereka sendiri, jangan pake ancam-ancam lagi, stop sudah karena torang semua ini basudara,”imbuhnya.
Untuk melindungi hak-hak politik warga, Safrudin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah pengacara handal untuk mendampingi warga jika mendapat tekanan dan intimidasi dari pihak-pihak tertentu.
“Kalau sampai kedapatan ada pihak yang mengitimidasi warga terkait pilihan politik dalam pilkada, dan itu didukung dengan bukti dan saksi, maka tidak segan-segan diproses sesuai hukum yang berlaku,”tegasnya.(Ham-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!