Wagub Heran Maluku Utara Tak Punya Alat Test Swab

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Maluku Utara, Ali Yasin (foto : Istimewa/Google)

Ternate, Haliyora.com

Salah satu alasan mengapa pasien Covid-19 di Maluku Utara lambat mengetahui status kesehatannya, penyebabnya adalah ketersediann alat test spesimen dan alat test swab.

Bacaan Lainnya

Maluku Utara Sendiri ditenggarai belum memiliki alat test untuk mengetahui keberadaan virus di dalam tubuh pasien. Untuk mengetahuinya, pihak rumah sakit Chasan Boesoirie sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 harus mengirim sampel specimen pasien ke beberapa provinsi lain guna melakukan tes, seperti Jakarta, Makassar Ambon dan Manado.

Butuh waktu berhari-hari untuk mengetahui hasil tes yang dikirim balik. Sementara banyak pasien yang antri menunggu giliran.

Menyikapi keterlambatan tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara, Ali Yasin angkat bicara.

Kepada sejumlah wartawan usai mengadakan kunjungan kerja di kantor Walikota Ternate, Selasa (23/06/2020), Wagub justru mempertanyakan penggunaan anggaran Covid-19 sebesar Rp 148 miliar dari Pemprov Malut.

Kata wagub, kalau masalah keterlambatan itu disebabkan karena tidak memiliki alat tes, lantas kenapa tidak diadakan ?. Sehingga keterlambatan itu dapat diatasi dan pasien dengan segera mengetahui status kesehatannya.

“Kenapa tidak beli saja alatnnya, kan harga per unit sekitar Rp 3 miliara-an, sementara kita punya duit ratusan miliar. Diapakan saja duit itu,”sembur Wagub

“Tapi itu tergantung juragangnya,” sambung wagub menyindir.

Ali Yasin menilai wajar jika ada pasien yang protes, bahkan melakukang aksi unjuk rasa. “Wajar kalau pasien marah dan unjuk rasa. Saya dukung itu,” tandas wagub. (Sam)

Pos terkait