Ternate, Haliyora.com
Tempat karantina pasien Covid-19 di Kota Ternate saat ini sudah penuh. Hotel Vellya sebagai tempat isolasi pasien positif dan Hotel Dragon sebagai tempat karantina pasien OTG, tak lagi bisa menampung jumlah pasien Covid-19 di Kota Ternate. Akibatnya, sejak tanggal 29 Mei sampai hari ini, pasien reaktif hasil rapid test harus menjalani isolasi di rumah masing-masing.
Sebelumnya, Ketua bidang operasi Tim Gugus Kota Ternate Mochammad Arif Gani pada Haliyora.com (18/5), mengatakan, pihaknya berupaya mencari tempat karantina yang tersentral,”balai Latihan Kerja (BLK) merupakan salah satu tempat yang dianggap layak, tapi belum bisa dipastikan bisa atau tidak,”katanya
Arif juga menambahkan, salah satu skema yang disiapkan Pemerintah Kota Ternate adalah karantina di rumah masing-masing. Menurutnya, rumah setiap pasien yang dikarantina akan diterapkan protokol kesehatan, dan akan dilakukan pendampingan dari Tim medis Gugus tugas setempat.
Hal yang sama juga disampaikan Walikota Ternate yang juga Ketua Tim gugus Kota Ternate Burhan Abdurahman. Katanya, salah satu solusi yang ditawarkan pada saat pertemuan Tim Gugus adalah isolasi mandiri di rumah bagi yang reaktif saat rapid test “ toh reaktif belum tentu positif,” kata walikota
Sementara itu penelusuran sejumlah orang yang hasil rapid test reaktif dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) serta Orang Dalam Pemantauan (ODP,) tak sedikit dari mereka disebut punya riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga berpotensi terkonfirmasi positif.
Data menunjukkan sebagian pasien teronfirmasi Positif sebelumnya berstatus OTG dan ODP. Ini perlu diwaspadai.
Maka keberadaan mereka menjadi penting untuk diketahui Tim Gugus Tugas agar setiap saat mengontrol dan mengecek perkembangan kesehatan mereka. Sebab mengharapkan kesadaran warga yang melakukan karantina mandiri dirumah untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat masih diragukan.
Kontrol dan pengawasan pasti dilakukan Gugus Tugas Covid-19 tapi harus dipastikan tidak ada yang tercecer. Jumlah warga yang reaktif rapid test di masing-masing kelurahan mestinya tercaver Gugus Tugas agar tidak terjadi lagi dugaan pengabaian terhadap warga karantina mandiri di rumah.
Selain itu, publik terutama masyarakat di kelurahan setempat perlu mendapatkan informasi tentang perkembangan kesehatan warganya yang melakukan karantina mandiri. Apakah sudah dinyatakan bebas Covid-19 atau statusnya meningkat. Ini penting agar masyarakat terhindar dari kemungkinan kontak fisik dan menghapus kecurigaan terhadap warga yang sudah dinyatakan bebas setelah menjalani karantina dalam rentang waktu yang ditentukan.
Data yang dihimpun Haliyora.com bersumber dari rilis Gugus Tugas Covid-19 Kota Ternate dalam lima hari belakangan yakni sejak tanggal 29 Mei hingga 05 Juni 2020 terdapat 95 warga di ternate yang reaktif rapid test menjalani karantina di rumah masing-masing, fakta sesungguhnya kemungkinan bisa lebih besar.
Sayangnya, jubir gugus tugas Kota Ternate, dr. Muhammad Sagaf masih membisu, beberapa kali Haliyora.com meminta konfirmasi terkait perkembangan dan penanganan kesehatan 95 warga yang karantina mandiri di rumah masing-masing kepadanya lewat telpon dan whatsapp tidak mendapat respon. (Sam)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!