Ternate, Haliyora.com
Untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Maluku Utara, Pemprov Malut kemudian melakukan pinjaman pada PT. Sarana Multi Fungsi Infrastruktur (SMI) senilai Rp 500 Milyar. Anggaran ini akan membiayai pembangunan di dua sektor yaitu Kesehatan dan Jalan jembatan.
Alokasi anggaran yang bersumber dari SMI ini oleh Pemerintah Provinsi dan DPRD Maluku Utara dimasukkan dalam belanja tahun anggaran 2020.
Hingga saat ini Pinjaman tersebut belum direalisasikan mengingat ada beberapa dokumen yang belum dilengkapi, ini diungkap Sekertaris Daerah (Sekda) Malut Samsuddin A. Kadir saat diwawancarai di ruang kerja Tim Gugas Malut Sahid Hotel Ternate, Jumat (05/06/2020).
“Proyek yang bersumber dari pinjaman PT. SMI sampai saat ini belum jalan, usulan pinjamannya sudah masuk namun masih melengkapi dokumen dan syarat lainnya sebagai penunjang anggaran untuk direalisasi, jika belum siap maka belum bisa direalisasikan,” ujar Samsudin.
Katanya, proses pencairaan itu sangat ketat dimana tidak semua nilai pinjaman direalisasikan, namun berdasarkan usulan kegiatan.
Samsudin menjelaskan saat ini Pemerintah Provinsi Maluku Utara masih pada tahapan menyusun dokumen perencanaan, “karena dokumen perencanaan menjadi persyaratan penandatanganan MOU untuk pinjaman maka kita lengkapi dokumen-dokumennya”, ucap Samsudin.
Jika persyaratan sudah dilengkapi kata Samsudin baru bisa dicairkan,”untuk izin dari Kemendagri dan Menteri Keuangan sudah oke. Namun ada dokumen persyaratan lain yang belum lengkap nanti di lengkapi Dinas Kesehatan dan Dinas PUPR. (jae)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!