Pasca Lebaran, Angka Positif Covid-19 Menjulang 50 Persen

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Pandemi Corona Virus Disease yang disebut Covid-19 di Maluku Utara (Malut) sudah masuk bulan ketiga sejak April 2020. Perkembangan penyebaran virus berbahaya itu cenderung meningkat tajam setiap harinya. Jumlah pasien terkonfirmasi positif sendiri sudah menyentuh angka 153 per 31 Mei 2020.

Bacaan Lainnya

Sadar atau tidak, peningkatan sangat mencolok itu terjadi selama tujuh hari pasca lebaran. Ini dapat dilihat dari data Gugus Tugas covid-19 yang sering dipublikasi. Jika dicermati, sejak awal Maret hingga 24 Mei 2020 (tepatnya saat Idul Fitri, red) jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif di Malut sebanyak 100 orang.

Kini, kurang lebih seminggu setelah lebaran angka positif covid-19 justru bertambah 53 orang sehingga total 153 orang. Kenaikan dalam satu minggu sebanyak 53 pasca lebaran artinya perkembangannya lebih dari separuh masa tiga bulan sebelumnya.

Ironisnya, jika menilik lagi angka kematian yang disebabkan penyakit yang bersumber dari virus corona ini, lebih miris lagi. Jika dalam tiga bulan hingga 24 Mei, hanya ada lima kasus pasien meninggal dunia. Namun, angka tersebut justru terlampaui dalam rentang tujuh hari pasca lebaran yakni enam kasus meninggal atau naik lebih dari 100 persen. 

Padahal, jauh sebelum lebaran, sejumlah pemerintah kabupaten dan kota telah memperketat penerapan protokol kesehatan. Bahkan, beberapa Pemda malahan memutuskan untuk menutup jalur lalu lintas baik darat maupun laut. Termasuk di Kota Ternate, ada kelurahan yang dilockdown.

Kondisi yang sama terjadi di Kota Ternate. Pertambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif seakan tak dapat dikendalikan. Setiap hari pasti ada penambahan jumlahnya. Bahkan dua per tiga jumlah pasien positif Malut ada di Kota Ternate. Dimana jumlahnya sudah mencapai 99 per 31 Mei 2020.

Kenaikan jumlah pasien positif di Kota Ternate juga sangat meningkat pada satu minggu pertama pasca lebaran. Tercatat sejak tanggal 25 hingga 31 Mei, pasien positif covid-19 bertambah 42 orang. Jumlah itu hampir setara dengan separuh atau seperdua dari total 99 orang yang justru hanya dalam rentang waktu satu minggu.

Tak ada yang bisa menganalisa sumber kenaikan gila-gilaan tersebut. Termasuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pun, belum mengkonfirmasi tentang hal itu.

Satu-satunya “angin segar” yang didapatkan selama masa pasca lebaran ini hanyalah jumlah orang sembuh. Jika pada periode tiga bulan hingga lebaran, hanyalah terdapat 12 yang dinyatakan sembuh. Namun, jumlah tersebut justru terlampaui yakni melonjak sebanyak 15 di masa pasca lebaran ini hingga menjadikan total yang sembuh sebanyak 27 pasien.

Sekali lagi, belum ada pihak yang dapat menjelaskan, mengapa terjadi lonjakan begitu cepat pasca lebaran. (Red)

Pos terkait