Ternate, Haliyora.com
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Ternate melakukan Rapid Test sebanyak 47 orang. Hasilnya satu orang dinyatakan Reaktif Corona dan 46 orang lainnya dinyatakan non reaktif. Selanjutnya satu orang yang dinyatakan reaktif ini diisolasi di hotel Vellya Ternate.
Orang tersebut diduga melakukan kontak dengan Pasien positif 04 asal Kota Tidore Kepulauan yang sudah dinyatakan sembuh. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Gugus Tugas Kota Ternate Muhammad Sagaf pada konferensi pers di kantor Walikota Ternate pada Selasa, 5 Mei 2020.
“Sejumlah orang yang melakukan tracking kontak dengan pasien 04 ini pada akhirnya satu orang dinyatakan Positif dan satu lagi dinyatakan reaktif,” ungkap Sagaf
Kata Sagaf, Selanjutnya akan dilakukan tes swab dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Katanya lagi, 19 orang juga dinyatakan OTG dan dilakukan Rapid test karena melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 yang berasal dari Kelurahan Akehuda. “kita terus melakukan tracing, 19 orang sudah kita nyatakan OTG dan dilakukan Rapid test karena melakukan tracking kontak dengan pasien positif asal Akehuda,”katanya.
Sagaf menambahkan, kemudian ada tujuh orang juga yang statusnya OTG dari Kelurahan Kalumpang, ketujuh orang ini pernah melakukan kontak dengan pasien positif 42 yang beralamat dikelurahan Kalumpang, dan saat ini kita masih melihat perkembangannya.
“Selain tujuh orang ini, kita masih lakukan tracing untuk melihat perkembangan sejauh mana kontak pasien 42 di wilayah kalumpang,” beber sagaf.
Sagaf beralasan, mereka membutuhkan waktu sedikit panjang untuk melakukan tracing guna memantau kontak fisik pasien asal kalumpang ini. “kemungkinan besar aktivitasnya itu jauh dari luar, sehingga memang membutuhkan waktu agak lama untuk melihat beberapa hal kemungkinan munculnya transmisi lokal dari kontak fisik,” ucapnya.
Sagaf menyampaikan saat ini mereka juga melakukan analisa akan situasi sejauh mana terjadinya transmisi lokal di Kota Ternate.
“Kita juga sedang melakukan analisis dan melihat situasi, nanti kalau kontak fisik ini memang dari masyarakat ke masyarakat kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal, seperti yang sudah di publikasikan oleh beberapa media atas pengakuan Tim Gugus Provinsi, nanti kita lakukan analisa ulang,” tutup Sagaf. (Sam)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!