Markas Malut United Jadi Mesin Penyumbang PAD Ternate: BP2RD Bungkam Data, DPRD Terkesan Cuek

Ia juga menyebut Komisi II DPRD kemungkinan akan memanggil BP2RD untuk meminta penjelasan terkait pengelolaan pendapatan dari stadion tersebut. “Minimal torang pangge (kami panggil) BP2RD dulu,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasim, pada Senin (11/5/2026), mengatakan besaran pajak hiburan dari Stadion Gelora Kie Raha bergantung pada jumlah penonton yang hadir dalam setiap pertandingan sehingga tidak ditetapkan target khusus.

BACA JUGA  Laga Emosional Pecah di GKR Kala Malut United Jungkalkan Persib, Ciro Alves Tak Kuasa Menahan Tangis

Menurut Mochtar, kontribusi Stadion Gelora Kie Raha terhadap PAD Kota Ternate cukup signifikan sejak digunakan Malut United sebagai kandang pertandingan.

“Pendapatan dari GKR itu bervariasi, tapi sekali pertandingan dia bisa menyumbang ke kota sebesar Rp 100 juta lebih, tergantung jumlah orang yang datang menonton,” ujar Mochtar.

Namun demikian, BP2RD Kota Ternate belum juga membuka rincian total pendapatan daerah yang diperoleh dari Stadion Gelora Kie Raha sepanjang 2025 hingga empat bulan pertama 2026.

BACA JUGA  Fakta Baru Saat Rapat Komisi I DPRD dengan Dishub dan Perindag Kota Ternate Soal Lapak

Saat dimintai data tersebut, Mochtar mengaku belum mengingat angka pasti dan berjanji akan memeriksa kembali data dimaksud. Hingga kini, rincian yang dijanjikan itu belum disampaikan kepada publik. (RFN/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah